Revitalisasi Pasar Klewer Diambil Alih Kemenpupr

REVITALISASI PASAR KLEWER--Aktivitas pedagang Pasar Klewer sisi timur yang saat ini menempati pasar darurat di Alun-alun Utara Keraton.

Sejak akhir 2017, revitalisasi Pasar Klewer sisi timur yang digagas Pemkot Surakarta masih tertunda. Beragam upaya telah dilakukan Pemkot, meski hingga kini tak kunjung membuahkan hasil.

Usai menagih janji Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang siap mengucurkan dana Tugas Pembantuan (TP), Pemkot sempat melirik dana corporate social responsibility (CSR), guna merealisasikan rencana revitalisasi tersebut. Alternatif pembiayaan di luar APBN itu digagas Pemkot, lantaran pencairan dana Kemendag tak kunjung bisa dipastikan hingga bulan lalu.

“Prinsipnya, mau (anggaran dari) CSR atau APBN, yang penting ini inisiatif pemerintah pusat untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Dari awal kami juga berharap agar revitalisasi Pasar Klewer bisa didanai dari CSR. Tapi pada 2017 Pemkot malah diberi APBN melalui dana TP Kemendag. Lha kalau TP tahun lalu ditarik lagi oleh pemerintah pusat karena gagal lelang, semestinya tahun ini bisa digelontorkan lagi,” tegas Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

Namun opsi pembiayaan revitalisasi dari CSR Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu tidak lagi ditindaklanjuti. Sebab Kemendag akhirnya memberikan jawaban positif. Anggaran revitalisasi tahap pertama senilai Rp 42 miliar sudah dialokasikan.

”Sisanya akan dialokasikan lagi tahun depan,” kata Wali Kota.

Prediksi kebutuhan anggaran revitalisasi yang disusun Pemkot memang menunjuk angka Rp 57 miliar. Jumlah itu meningkat dibanding perkiraan tahun sebelumnya, yakni Rp 48 miliar, karena mempertimbangkan faktor inflasi dan kenaikan harga material.

Sayangnya, belum juga terlaksana skenario itu kembali berubah. Kemendag batal membiayai revitalisasi Pasar Klewer sisi timur, lantaran sisa waktu pelaksanaan proyek relatif mepet.

Apalagi hingga akhir September, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) TP Kemendag tak kunjung diterima Pemkot. ”Jadi tidak mungkin tahap pertama revitalisasi bisa diselesaikan sampai akhir tahun anggaran (TA) 2018. Kami kan harus menyelenggarakan lelang terlebih dahulu. Itu jelas butuh waktu,” ungkap Rudy, demikian Wali Kota biasa disapa.

Kabar baiknya, lanjut Rudy, Kemendag sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr) terkait program revitalisasi itu. ”Anggaran revitalisasi nantinya akan dikucurkan Kemenpupr. Proyeknya juga ditangani Kemenpupr.”

Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo membenarkan pengambilalihan revitalisasi oleh Kemenpupr tersebut. Menurutnya, surat pemberitahuan perihal pembatalan pengucuran TP Kemendag dan penyerahan realisasi program tersebut kepada Kemenpupr sudah diterima Pemkot dari Kemendag.

”Surat itu kami jadikan jaminan bahwa revitalisasi akan dilakukan Kemenpupr. Yang jelas TP sudah dihentikan karena pertimbangan waktu, dan Kemendag sudah meminta Kemenpupr yang merevitalisasi Pasar Klewer,” tegasnya.

Target baru pun disusun ulang. Jika sebelumnya Pemkot menenggat lelang revitalisasi yang bersumber dana TP Kemendag digelar akhir Agustus, kini Pemkot menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. Sebab tender proyek itu sepenuhnya ditangani kementerian terkait.

“Dari hasil koordinasi kami dengan Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik Kemendag, rencananya November proyek itu mulai dilelang Kemenpupr. Dokumen-dokumen pendukung, seperti detail engineering design (DED), rincian anggaran biaya (RAB), harga perkiraan sendiri (HPS), maupun bukti sertifikat kepemilikan lahan Pasar Klewer, sudah kami serahkan kepada Kemendag dan akan diteruskan kepada Kemenpupr,” urai Subagiyo.

Asa baru akan terwujudnya revitalisasi Pasar Klewer pun kembali melambung. Pengalihan sumber anggaran itu, menurut Wali Kota, lebih menjamin pelaksanaan revitalisasi.

Jika dibiayai Kemendag, dana proyek rencananya dikucurkan dalam dua tahap yakni 2018 dan 2019. Namun seandainya didanai Kemenpupr, revitalisasi bakal berlangsung dalam satu tahap.

”Kami harap Januari atau Februari 2019 pembangunannya sudah start. Jadi bisa selesai September atau Oktober, tidak melebihi batas peminjaman Alun-alun Lor Keraton Surakarta (sebagai lokasi pasar darurat bagi pedagang Pasar Klewer),” harap dia. (**)

Share This