Koridor Gatot Subroto Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Malam

Salah satu penampakan seni mural yang menghiasi sepanjang Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kamis (25/10/18).

Kota yang tak pernah tidur. Julukan itu dilekatkan sebagian khalayak kepada Kota Solo. Maklum, beragam aktivitas yang berlangsung sejak pagi hingga berganti hari, mudah ditemui di berbagai sudut kota ini.

Beragam lokasi kuliner mendominasi jujugan warga maupun wisatawan, untuk menikmati suasana malam Kota Bengawan. Tidak jarang, event-event kultural maupun kesenian ikut meramaikan wilayah seluas 44 km persegi ini.

Namun ternyata itu semua belum dipandang cukup oleh Pemkot Surakarta. Perkembangan zaman mengharuskan Pemkot mengakomodasi kebutuhan terhadap destinasi wisata malam baru. Khususnya yang menyasar generasi muda maupun wisatawan asing.

“Kebanyakan lokasi wisata malam saat ini hanya di tempat-tempat pertunjukkan. Jika tidak, biasanya anak-anak muda nongkrong di pinggir jalan seperti Koridor Jenderal Sudirman,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Surakarta, Suwoto.

Bagi Pemkot, ini merupakan persoalan tersendiri. Sebab lokasi hang out semacam itu tidak memunculkan dinamika yang mendukung kemajuan pariwisata Kota Solo.

“Makanya, kami berpikir untuk menciptakan destinasi wisata malam baru di Koridor Gatot Subroto, dengan harapan anak-anak muda bisa menghabiskan malam mereka dengan kegiatan positif. Wisatawan asing juga bisa berjalan-jalan di sana. Biasanya wisatawan asal Eropa gemar keluar hotel pada malam hari, untuk sekadar berjalan-jalan.”

Berangkat dari pemikiran itulah, Pemkot mencoba menyulap Koridor Gatot Subroto menjadi ruang publik yang mengakomodasi nightlife Kota Bengawan. Bukan tanpa alasan jika ruas jalan yang selesai ditata Pemkot menjadi koridor pada 2016 itu, dipilih untuk keperluan tersebut.

“Koridor Gatot Subroto berada di tengah kota. Lokasinya strategis karena bisa dijangkau dari mana-mana,” kata Suwoto.

Alhasil sejak 2017, konsep destinasi wisata malam baru itu coba direalisasikan Pemkot. Street art berupa mural dipilih sebagai fasade koridor, dengan memanfaatkan pintu-pintu dan dinding pertokoan. Semua konsep itu kemudian dibingkai dalam program SOLOISSOLO.

“Sesudah tahun lalu dihiasi mural, tahun ini kami mencoba mengembangkan Koridor Gatot Subroto dengan memasang lampu sorot. Harapannya karya mural di pintu pertokoan bisa lebih leluasa dinikmati. Kami juga sudah merancang sejumlah event, misalnya musik atau pertunjukkan seni modern, agar koridor ini tetap ramai,” papar Suwoto.

Hipotesa itu akan dibuktikan hingga akhir 2018. Jika berhasil, maka Pemkot layak berbangga karena kini Solo memiliki ruang ekspresi baru bagi pelaku seni kontemporer. Ini bisa melengkapi tempat-tempat pertunjukkan budaya tradisional, macam Koridor Jenderal Sudirman dan Pura Mangkunegaran.

“Sebenarnya kami juga ingin agar Koridor Gatot Subroto bisa mengakomodasi pelaku street art, serta memberi alternatif lain untuk saling berkomunikasi dan mengekspresikan kreativitas mereka. Apalagi beberapa tahun lalu, Pemkot juga gencar memerangi vandalisme di Solo,” ungkap Direktur Program SOLOISSOLO, Irul Hidayat.

Baginya, kreativitas street art artist dan kebutuhan terhadap destinasi wisata malam di Solo bisa dipadukan. Bahkan ke depan koridor tersebut bisa menegaskan jika Solo mampu beradaptasi dengan seni urban, tanpa meninggalkan warisan budaya tradisional.

“Nantinya di koridor ini orang bisa menikmati suasana malam Kota Solo, sembari menonton pertunjukkan maupun sekadar swafoto berlatar belakang karya mural. Kami mendesain agar koridor ini bisa menjadi ikon baru, sebagaimana Kampong Glam di Singapura,” papar dia.

Irul berpendapat, tidak sebatas menjadi tujuan wisata namun Koridor Gatot Subroto juga berpeluang menjadi distrik seni di Solo. Khususnya mural atau street art lain. “Koridor itu jadi destinasi wisata alternatif, yang memadukan sejumlah unsur. Mulai wisata malam, wisata mural, hingga keunikan kawasan kampung tua Kemlayan dan pertokoan tua di Jalan Gatot Subroto.” (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This