Ini Konsep Mural yang Percantik Overpass Manahan

Pembangunan overpass Manahan tinggal selangkah lagi. Pelaksanaan proyek tersebut kini tengah memasuki tahap akhir (finishing).

Bersamaan dengan itu, overpass mulai bersolek. Dinding luar jalan layang memang disiapkan Pemkot Surakarta untuk dihias dengan berbagai ornamen yang mencerminkan karakter Solo. Khusus dinding overpass di sisi utara rel, Pemkot memilih mural untuk mempercantik tampilan luar dinding.

“Daripada nanti setelah overpass selesai dibangun dindingnya jadi sasaran vandalisme, sekalian saja dihias dengan mural,” tandas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Bagi Pemkot, hiasan di dinding overpass bisa menghindarkan kesan kaku terhadap konstruksi jalan layang. “Hiasan ini lebih condong kepada estetika. Biar overpass tidak terkesan kosong saat dilihat,” imbuh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Endah Sitaresmi Suryandari.

Saat ini pembuatan mural tersebut sudah dimulai. Para muralis dari Mewarnai Indonesia Mural Company dilibatkan untuk menuntaskan pekerjaan tersebut.

Direktur Mewarnai Indonesia Mural Company Irul Hidayat mengatakan, sejumlah desain seni kontemporer itu akan menghias dinding overpass sisi barat, timur dan utara.

“Konsep umum mural yang diusung adalah kecepatan dan kelancaran arus. Secara visual, abstraksi garis, bidang dan warna akan mendominasi. Kemudian kami juga menambahkan objek dan figur sehingga mampu menjadi narasi dan menguatkan identitas Solo,” ungkap Irul.

Karakter tokoh pewayangan Arjuna di atas kereta kencana, lanjut Irul, merupakan salah satu objek yang bakal diselesaikan para street art artist tersebut. “Dinding sisi barat narasi visualnya diambil dari cerita Ramayana. Sedangkan dinding sisi timur narasi visualnya bercerita tentang epos Pandawa Lima.”

Pria yang berperan sebagai produser dan art director dalam proyek tersebut menguraikan, epos atau mitologi Ramayana dan Pandawa Lima itu menyimbolkan semangat pembaruan berbasis sejarah yang didengungkan Pemkot sejak beberapa tahun terakhir. Yakni “Solo Masa Lalu adalah Solo Masa Depan”. “Riilnya, sosok Arjuna dengan kereta kencananya nanti akan melaju berdampingan dengan berbagai kendaraan yang melintasi overpass.”

Adapun dinding sisi utara bakal dipercantik dengan perpaduan konsep mural berkait sejarah olahraga di Solo, keragaman budaya, serta figur tokoh kekinian asal Kota Bengawan. Irul menyebut, tokoh itu harus mampu merepresentasikan kemegahan sejarah olahraga Kota Solo karena kawasan Manahan merupakan kawasan olahraga dan Pekan Olahraga Nasional (PON) I digelar di kota ini.

“Selain tokoh olahraga juga akan dibuat mural tokoh budaya atau pujangga, karena Solo adalah Kota Budaya. Prinsipnya, tokoh itu selama ini sudah berkontribusi bagi masyarakat dan Kota Solo,” urai dia.

Saat ini pemilihan figur yang akan diabadikan lewat karya mural itu tengah diproses. “Kami sedang meriset dan meminta pendapat publik dan pakar, baik dari komunitas sejarah, sejarawan maupun budayawan. Yang jelas, nantinya figur-figur kontemporer itu akan di-mix dan ditampilkan lebih fresh serta imajinatif khas anak muda.”

Ya, mural di dinding overpass Manahan memang bukan sembarang mural. Irul mengklaim, perpaduan desain tentang Ramayana, Pandawa Lima, olahraga dan budaya itu mampu merepresentasikan karakter umum Kota Solo dan karakter khusus kawasan setempat.

“Kawasan Manahan ini sudah berkembang. Selain menjadi kawasan olahraga, ternyata kawasan ini sekarang menjadi kawasan budaya dan kawasan kreatif. Khususnya bagi anak muda,” tandasnya.

Tak heran muralis-muralis Mewarnai Indonesia Mural Company kini harus bekerja keras, agar konsep ideal itu terwujud. “Kami diberi waktu oleh Pemkot menyelesaikan mural ini sampai 20 Desember. Pekerjaan dilembur siang malam, meskipun kebanyakan dikerjakan malam hari,” kata Irul. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This