Inovasi, Kunci Sukses Pengembangan Pelayanan Publik

Sejumlah peserta dari berbagai kelurahan di Kota Solo mengikuti kirab pre event Gelar Karya Inovasi Pemerintah Kota Surakarta di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (20/11/18).

Zaman telah berubah. Tantangan yang dihadapi birokrasi pun bertambah pelik. Sebagai pelayan masyarakat, para aparatur sipil negara (ASN) kini dituntut responsif terhadap kebutuhan mereka.

Hal ini telah lama disadari Pemkot Surakarta. Berbagai terobosan kebijakan sudah diterbitkan, agar pelayanan publik tetap terselenggara dengan prima.

Namun ternyata itu dirasa belum cukup. Pemkot merasa perlu untuk terus membenahi segala lini pelayanan, agar kepuasan publik tetap terjaga dan bila perlu meningkat.

“Di sinilah perlunya inovasi-inovasi, untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah. Selain itu juga untuk mendukung efisiensi anggaran, optimalisasi sumber daya manusia (SDM), hingga transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan,” tegas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Ya, bagi orang nomor satu di Solo ini, pembaruan maupun gagasan anyar merupakan salah satu kunci sukses dalam pengembangan pelayanan publik. Apalagi ia menilai, birokrasi sudah lama lekat dengan stigma miring, seperti prosedur yang berbelit-belit, boros waktu, maupun sederet citra buruk lainnya.

Alhasil, Pemkot memutuskan untuk mendorong seluruh ASN berbenah. Mereka diminta keluar dari zona nyaman yang nihil perubahan. Gelar Karya Inovasi dan Penganugerahan PNS Berdedikasi pun dipilih sebagai strategi membumikan semangat perubahan itu.

“Gelar Karya Inovasi sudah diselenggarakan untuk kali kedua. Pada tahun lalu, sudah ada inovasi yang berhasil diaplikasikan. Seperti Bela Sungkawa Kirim Akta Kematian (Besuk Kiamat), Teknologi Aplikasi E-Retribusi Pasar (Tape Pasar), maupun Sistem Informasi Bayar Pajak Online (Si Bapak On),” terang Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Rakhmat Sutomo.

Pada tahun ini, semangat pembaruan pelayanan publik itu diperluas. Ini tercermin dari pelibatan 51 kelurahan, 27 SMP negeri dan 10 perwakilan SD negeri dalam kompetisi tersebut. “Kami sengaja melibatkan instansi di wilayah serta sekolah, agar inovasi itu nantinya bisa dirasakan sebanyak mungkin orang. Kami mengistilahkannya sebagai street level innovation, tegasnya.

Di tingkat sekolah misalnya, inovasi-inovasi itu diharapkan bisa menyentuh pelayanan kepada siswa maupun model pembelajaran. “Seluruh inovasi itu juga harus aplikatif, sebagaimana kesepakatan Wali Kota dengan peserta kompetisi. Kami juga menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk memonitor implementasi inovasi tersebut. Bahkan LAN sudah dilibatkan sejak tingkat dream up(pembahasan ide),” beber Rakhmat.

Tidak sebatas inovasi level institusi yang mensyaratkan kerjasama tim, Pemkot pun mempersilakan para ASN berinovasi secara individu. Caranya dengan mengikutsertakan mereka dalam kompetisi bertajuk Penghargaan PNS Berdedikasi. “Ada 78 peserta dari 36 organisasi perangkat daerah (OPD), yang saat ini sudah disaring menjadi 15 finalis. Seluruhnya adalah pelaksana atau staf fungsional umum. Mereka dipersilakan berinovasi sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.”

Bagi Pemkot, kedua kompetisi itu hanya menjadi pemicu agar pembaruan gagasan demi maksimalnya pelayanan publik menjadi bagian dari perilaku keseharian kaum birokrat. “Visi lima mantap di lingkungan Pemkot, yakni mantap kejujuran, mantap kedisiplinan, mantap pelayanan, mantap organisasi dan mantap gotong royong, juga harus menjiwai setiap inovasi tersebut,” tandas Rakhmat.

Saat ini, kedua kompetisi itu tengah berlangsung. Pemkot pun berencana menampilkan gagasan-gagasan maupun ide kreatif para peserta lomba kepada khalayak, dalam tahap akhir kompetisi. “Biar masyarakat tahu bahwa Pemkot telah berinovasi. Sekaligus menampung masukan, demi perbaikan pelayanan publik ke depan,” kata dia.

Wali Kota pun berharap kedua kompetisi itu tidak sebatas ritual. “Para peraih Penghargaan PNS Berdedikasi itu juga harus mampu menjadi panutan dan teladan bagi lingkungan kerjanya. Bilamana perlu, kegiatan semacam ini dimasukkan ke dalam bagian revolusi mental di lingkungan PemkotSebab roh revolusi mental adalah membangun karakter melalui perubahan sikap dan perilaku,” tegas Rudy, demikian Wali Kota akrab disapa. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This