Minum Jamu Tradisional di Solo Car Free Day

Minggu 6 Januari 2019, ada banyak penjual makanan dan minuman di Solo Car Free Day yang menjajakan dagangannnya, namun demikian ada salah satu yang unik, yaitu kedai Bakoel Djamoe milik Eko Rahmadi yang berlokasi di area Plaza Sriwedari pinggir Jalan Slamet Riyadi.

Bakoel Djamoe merupakan outlet yang menjual jamu segar asli produksi rumahan, pembuatnya merupakan keluarga yang tinggal di Karanganyar yang kemudian dibantu pemasarannya oleh Eko di wilayah Surakarta. Pilihan jamu tradisional yang dijual di antaranya ada jamu beras kencur, jamu kunir asem, dan jamu gula asem, semua merupakan produksi sendiri dengan bahan alami tanpa menggunakan pengawet, dengan harga 13 ribu rupiah per botol.

Semua jamu yang dikemas dalam botol ini merupakan produksi fresh, apabila jamu tersebut dijual pada hari Minggu maka mulai produksi dikerjakan pada hari Jumat atau hari Sabtu untuk kemudian dimasukkan ke dalam freezer. “Bisa awet 5-6 hari kalau dimasukkan ke freezer, kalo dimasukkan ke kulkas bisa sekiter 2-3 hari.” ujar Eko. Selama Solo Car Free Day berlangsung,  Eko mengungkapkan dirinya sudah mulai berjualan sejak pukul 5 pagi dengan membawa sekitar 30 botol jamu, dan jam 8 pagi sudah habis terjual dengan omzet yang dihasilkan bisa mencapai 400 ribu rupiah.

Eko menyampaikan bahwa acara Car Free Day sangat membantu perekonomian masyarkat, dan perlu ditambah acara-acara yang bertema edukasi untuk masyarakat terutama bagi anak-anak. “Saya ingin barang-barang yang ada di Indonesia itu produksi kita sendiri dikonsumsi kita sendiri kalo bisa kita yang ekspor, terutama jamu tradisional.” ungkap Eko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This