SGS 2019, Saatnya Unduh Solo Destination

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Surakarta, Kentis Ratnawati (dua dari kanan), menyerahkan paket kartu internet kepada perwakilan Dinas Perdagangan Surakarta, dalam rapat koordinasi Solo Great Sale (SGS) 2019 di kantor Diskominfo SP.

Setiap Februari, Kota Solo menjelma jadi surga belanja. Potongan harga alias diskon dipastikan bertebaran di berbagai tenant. Mulai hotel, mal, hingga pasar tradisional.

Diwadahi dalam event Solo Great Sale (SGS), sejak 2015 diskon tersebut memang mampu menggairahkan perekonomian Kota Bengawan. Khususnya selama Februari yang dianggap sebagian besar pelaku usaha sebagai low season ini.

Kini, Pemkot dan Kadin Surakarta bersiap menggelar kembali ajang belanja tersebut. Tahun ini, SGS 2019 dijadwalkan berlangsung sebulan penuh, mulai 1-28 Februari.

Uniknya, tidak sebatas rabat hingga 80 persen maupun undian berhadiah bagi mereka yang beruntung. Penyelenggara SGS 2019 menjanjikan perbedaan dari event sejenis sebelumnya. Yakni tambahan poin bagi pengunduh aplikasi Solo Destination.

“Mereka yang mengunduh Solo Destination selama SGS 2019, akan langsung mendapatkan lima poin. Cukup menunjukkannya kepada petugas di tenant,” ungkap Ketua III Panitia SGS, Mochammad Muslich.

Poin itu bukan sembarang poin. Sebab pada akhir kegiatan, panitia bakal mengundinya guna memperebutkan berbagai hadiah. Termasuk satu unit rumah, satu unit mobil, lima motor, 10 sepeda gunung, dan beragam hadiah menarik lainnya.

“Mereka yang sudah mengunduh Solo Destination sebelumnya, juga berkesempatan mendapatkan poin itu tanpa bertransaksi sebelumnya. Caranya sama, yakni menunjukkan aplikasi dalam ponsel mereka kepada tenant.”

Syarat mutlak lain bagi pengunduh aplikasi jika ingin mendapatkan poin adalah memiliki kartu SGS. Kartu itu bisa didapatkan jika konsumen bertransaksi minimal Rp 50.000 di tenant peserta kegiatan. Gabungan antara kepemilikan kartu SGS dan aplikasi Solo Destination itulah yang mendatangkan lima poin cuma-cuma bagi konsumen.

Bagi Panitia SGS, aplikasi resmi Pemkot ini sangat menarik. Mereka menilai Solo Destination relatif komplet sebagai panduan wisatawan, karena memuat berbagai informasi yang mendukung aktivitas turisme. Apalagi wisata belanja memang menjadi salah satu tujuan digelarnya SGS.

Alhasil, pemberian poin gratis bagi pengunduh Solo Destination menjadi salah satu strategi untuk kian memasyarakatkan aplikasi tersebut. “Pada akhir acara akan dilihat apakah kerjasama ini bisa berhasil, yang berarti jumlah unduhan Solo Destination bertambah,” tegas Muslich.

Tak sebatas itu, kerjasama pemanfaatan Solo Destination lainnya pun mulai digagas kedua pihak. “Tahun depan aplikasi Solo Destination akan memuat menu SGS. Jika customer login, mereka akan bisa melihat jumlah poin dan event. Kemudian jika yang login adalah merchant, mereka akan bisa membuatkan kartu SGS. Sementara kalau yang login adalah center customer, mereka bisa menambahkan poin customer,” papar Muslich.

Ya, bisa dikatakan SGS 2019 adalah momentum yang tepat untuk mengunduh aplikasi Solo Destination jika Anda belum melakukannya. Kalau sudah, Anda tinggal menunjukkan aplikasi itu dan kartu SGS kepada tenant untuk mendapatkan lima poin perlu repot bertransaksi senilai Rp 250.000 sebelumnya. “Poin pemegang kartu SGS sudah dikosongkan oleh sistem. Jadi saat 1 Februari, seluruh poin konsumen adalah nol,” tegas Muslich.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Surakarta, Kentis Ratnawati, menambahkan poin gratis bagi pengunduh Solo Destination itu merupakan bentuk sinergitas antara Pemkot dan pemangku kepentingan terkait dalam mendukung SGS.

“Kami senantiasa berusaha men-support pelaksanaan dan promosi, termasuk menyediakan kapasitas server yang memadai. Salah satunya adalah penyediaan jaringan online di 44 pasar tradisional, yang mulai dilibatkan sejak SGS 2018,” jelas Kentis. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This