Grebeg Sudiro Sukses Usung Misi Kebhinnekaan

Meriah, satu kata yang mungkin pantas menggambarkan suasana gerimis siang di kawasan Pasar Gede Surakarta pada hari Minggu (3/2). Meski cuaca kurang bersahabat, Grebeg Sudiro tetap dapat mengikat kebersamaan warga. Para pengunjung nampak basah kehujanan, berdesak-desakan, namun tetap tak kehilangan antusiasmenya menyaksikan pesta kebhinnekaan yang dikemas dalam pertunjukan budaya itu.

Kegiatan tahunan yang dikemas dalam kirab karnaval mengelilingi Kelurahan Sudiroprajan ini bukan hanya sekadar ajang pamer kearifan lokal semata, namun juga mengajak warga untuk ikut serta merayakan dan memaknai kebersamaan lewat tampilan budaya dan kesenian.

Di panggung utama terlihat hiasan janur kuning menjulang tinggi diantara indahnya lampion. Hiasan janur kuning ini representasi budaya Jawa yang menggambarkan akan keberadaan hajatan, pesta atau acara, sedangkan lampion adalah bagian dari budaya Tionghoa dimana nyala lampion merupakan simbol dari sebuah pengharapan. Akulturasi budaya ini menambah keindahan panggung utama.

Dalam Grebeg Sudiro kali ini hadir potensi lokal Kelurahan Sudiroprajan yang dikemas dalam bentuk jodang, gunungan, kesenian, replika, kostum, dan sebagainya. Dua jodang utama dan satu gunungan berasal dari kue keranjang, kemudian gunungan sayur-sayuran, gunungan buah-buahan dan gunungan yang tersaji makanan asli Purwodiningratan.

Gunungan kue keranjang merupakan keunikan tersendiri pula, kerena merupakan kolaborasi budaya Jawa dan kekhasan warga Tionghoa. Berdasarkan data panitia, 4000 kue keranjang dibagikan dalam even tersebut. “Kurang lebih ada 1 Ton kue keranjang yang dibagikan. Beberapa disajikan di Gunungan, beberapa dibagikan di panggung,” jelas Ketua Panitia Grebeg Sudiro, Angga Indrawan, Minggu (3/2).

Untuk diketahui, sebanyak 4000 kue keranjang yang tersaji di gunungan dan yang dibagikan oleh panitia ludes dalam hitungan menit. Begitupula dengan gunungan sayuran, buah, makanan lainnya. Antusiasme warga untuk ikut “ngalap berkah” tersebut sungguh luar biasa.

Tahun ini ada sebanyak 54 kelompok warga Kelurahan Sudiroprajan yang ikut serta dengan berbagai macam sajian dan konsep bertema besar keberagaman. “Dalam Grebeg Sudiro kali ini, ada sekitar 1500 peserta yang terlibat. Mereka berjalan kaki dari panggung kehormatan di depan Pasar Gede menuju Jalan Jenderal Sudirman, Mayor Kusmanto, Kapten Mulyadi, Jalan Juanda, Urip Sumohardjo dan kembali ke Pasar Gede,” terang Angga.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo usai membuka kirab Grebeg Sudiro, menjelaskan bahwa tema Grebeg Sudiro 2019 “Kebhinnekaan Itu Mempersatukan” benar-benar terwakili oleh sajian yang dibawakan oleh para peserta. Lewat pertunjukan Barongsai, Liong, Reog dan beragam kostum yang dikenakan oleh peserta, seperti kostum dewa-dewi mitologi Tionghoa dan aneka baju adat Nusantara itu mewakili tema yang diangkat.

“Merajut kebhinekaan mungkin bukan pekerjaan yang mudah, tetapi juga tidak sulit untuk melakukannya. Perlu ada sinergi dalam menjaga kemajemukan. Dan saat ini warga Solo sudah bisa menjalankan hal tersebut. Kalau tidak mana mungkin Solo menduduki posisi pertama sebagai kota layak huni,” ujar Rudy.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa keberadaan even budaya yang sudah terselenggara selama 12 kali merupakan sebuah bukti nyata, bahwa kebersamaan antara warga Tionghoa dan Jawa sudah berjalan, demikian pula dengan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa pun juga selaras. “Dengan budaya kita bisa meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat untuk menjaga NKRI. Tidak kenal tua muda suku ras agama mereka berkumpul untuk menyaksikan acara ini,” katanya.

Disamping itu, Rudy menegaskan bahwa pemasangan lampion Pasar Gede dan Grebeg Sudiro akan tetap dilaksanakan. “Sejauh ini masyarakat masih menghendaki Grebeg Sudiro tetap dilaksanakan, dan lampion menjadi salah satu ikon keberagaman sekaligus untuk menarik wisatawan ke kota Solo. Selain itu masyarakat butuh hiburan dan ada dampak perekonomian yang cukup signifikan. Jadi tahun depan akan diadakan seperti sekarang,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This