Pasar Tanggul, Pasar Ramah Difabel

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, dan penerima penghargaan Pasar Rakyat Award 2019 berfoto bersama.

Desain bangunan Pasar Tanggul sungguh jempolan. Bangunan berlantai dua yang diresmikan penggunaannya sebagai lokasi jual beli berbagai macam komoditas sejak 1 Juni 2015 itu, merupakan salah satu representasi pasar tradisional ideal di Kota Solo.

Bukan hanya pengunjung kebanyakan yang mudah berbelanja di sana. Para penyandang disabilitas pun relatif gampang mengakses berbagai fasilitas Pasar Tanggul.

“Mulai dari halaman pasar sudah tersedia ramp untuk difabel, agar mereka mudah masuk ke dalam pasar. Selain itu ada travelator untuk naik turun, karena konstruksinya memang dua lantai,” papar Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagiyo.

Tidak sebatas itu. “Toilet khusus penyandang disabilitas, hingga kursi roda dan tongkat pun disediakan bagi pengunjung tuna netra atau berkebutuhan khusus. Semuanya dimaksudkan agar mereka leluasa masuk dan berbelanja di pasar tersebut.”

Semua fasilitas itu akhirnya berbuah manis, manakala Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengganjar Pasar Tanggul dengan penghargaan Pasar Rakyat Ramah Difabel 2019. Penghargaan yang diterima Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang Banten, pada 12 Maret 2019 tersebut seolah membuktikan, aksesibilitas kaum difabel terhadap fasilitas pasar yang menelan anggaran pembangunan sekitar Rp 14,6 miliar tersebut, bukan klaim sepihak.

“Penilaiannya dilakukan sekitar dua minggu lalu. Awalnya ada pemberitahuan dari Kemendag tentang penyelenggaraan Pasar Rakyat Award 2019. Lalu kami mengikutsertakan Pasar Tanggul dalam penilaian tersebut,” ungkap Subagiyo.

Torehan prestasi ini juga membuktikan komitmen kuat Pemkot untuk melayani kebutuhan seluruh warganya, tak terkecuali penyandang disabilitas. “Pasar Tanggul itu juga sudah jadi pasar percontohan tingkat nasional. Di Solo, Pasar Tanggul juga satu-satunya pasar tradisional yang menggunakan travelator,” kata Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo.

Tentu bukan tanpa pengorbanan, untuk menjaga seluruh fasilitas tersebut beroperasi dengan layak. Wali Kota menyebut jika setiap tahun Pemkot harus mengalokasikan anggaran pemeliharaan fasilitas pengunjung dan pembeli di seluruh pasar tradisional, termasuk Pasar Tanggul.

Tanpa merinci jumlahnya, Wali Kota yang akrab disapa Rudy ini lantas mengilustrasikan timpangnya persentase pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pengelolaan pasar tradisional, dengan beaya perawatan berbagai fasilitas di dalamnya. “Rata-rata anggaran pemeliharaan itu 10 kali lipat lebih besar dibanding retribusinya,” katanya.

Namun Rudy memastikan, Pemkot tidak akan mempersoalkannya. Sebab pasar tradisional bukanlah lumbung PAD, melainkan manifestasi keberpihakan Pemkot terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan.

Pengembangan ekonomi kerakyatan dan pasar tradisional pun menjadi perhatian Presiden Jokowi, saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2019. Rapat menjadi rangkaian acara penyerahan Pasar Rakyat Award 2019, yang membagi penghargaan dalam empat kategori. Yakni Kategori Revitalisasi Terbaik, Pasar Ramah Difabel, Pasar Ramah Lingkungan, serta Pengelola Pasar Terbaik.

Presiden menegaskan, pemerintah tetap memberikan perhatian kepada pasar-pasar rakyat sebagai penopang perekonomian daerah setempat. Namun Kepala Negara juga mengingatkan, seluruh pemangku kepentingan terkait harus tetap memperbaiki tata kelola dan manajemen pasar rakyat, agar lebih nyaman untuk dikunjungi.

Tidak kalah penting, pesan Presiden, pengelola pasar tradisional perlu merintis pemasaran komoditas secara online, agar bisa bertarung dalam era digital. “Produk-produk yang ada di pasar itu berasal dari perajin, nelayan, atau petani. Perbaiki packaging-nya. Packaging itu sangat penting untuk bisa masuk ke marketplace online,” imbau Presiden. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This