Kota Lama Dipercantik Kembali

Petugas memasang water barrier di jalan Jenderal Sudirman. Hal ini dilakukan untuk mengatur lalu-lintas selama pembangunan Proyek Tahap Kedua dilaksanakan.

Pemerintah Kota Surakarta terus berusaha untuk menyulap Koridor Jenderal Sudirman menjadi kawasan kota lama di Kota Solo. Usai menuntaskan tahap pertama penataan koridor pada akhir tahun lalu, kini Pemkot tengah bersiap mempercantik kembali sebagian ruas Jalan Jenderal Sudirman dalam tahap kedua program yang sama.

Penggal badan jalan protokol sepanjang 300 meter dari bundaran Gladag hingga persimpangan Bank Indonesia, adalah sasaran utama pemasangan batu andesit dan aksesoris lain dalam penataan lanjutan ini. Anggaran sekitar Rp 11,9 miliar disiapkan untuk merealisasikan proyek tersebut.

Sebagaimana hasil penataan tahap pertama yang terlihat dari persimpangan Bank Indonesia hingga kawasan Tugu Pemandengan, batu andesit merupakan penanda utama kota lama di Koridor Jenderal Sudirman.

“Saat ini pekerjaan konstruksinya tengah dilelang. Kami berharap pengerjaannya sudah bisa dimulai April,” ungkap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Arif Nurhadi.

Arif tidak menampik, penataan tahap kedua koridor Jenderal Sudirman sudah molor dari target awal. Semula proyek itu diupayakan selesai sebelum Lebaran 2019. “Tapi kemarin ada gangguan aplikasi, jadi semua lelang tertunda. Padahal kami sudah mendaftarkan lelangnya sejak Januari 2019.”

Di lokasi penataan pun, Pemkot sudah memasang pagar pengaman proyek dan mengeruk bagian tengah badan Jalan Jenderal Sudirman. Ini dilakukan sebagai akselerasi penataan, agar pekerjaan selesai sesuai harapan. “Tapi karena sekarang baru lelang, ya terpaksa Lebaran belum selesai,” imbuh Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Tidak hanya melanjutkan penataan koridor ke tahap kedua, Pemkot pun memoles ulang hasil pekerjaan tahap pertama. Menurut Arif, sebagian batu andesit sudah rusak lantaran koridor Jenderal Sudirman sudah dibuka menjelang akhir 2018 untuk mengantisipasi kemacetan saat liburan Natal dan Tahun Baru 2019.

“Kerusakan bisa dilihat di bagian border beton pengunci paving block yang gruwil-gruwil. Paving block juga gempil-gempil. Tapi perbaikan ini ditanggung sepenuhnya oleh kontraktor, karena masih ada masa pemeliharaan hingga Juni 2019,” papar Arif.

Toni Agus, selaku perwakilan pelaksana proyek penataan koridor tahap pertama, membenarkan jika perbaikan kerusakan sebagian material koridor Jenderal Sudirman itu masih menjadi tanggung jawab perusahaannya. “Kerusakan di sisi barat jalan sudah selesai diperbaiki. Saat ini kami siap memperbaiki kerusakan di sisi timur jalan.”

Berdasarkan hasil inventarisasi, kerusakan paling parah terlihat di sekitar jembatan Pasar Gede. “Batu andesitnya beberapa lepas, karena baloknya juga lepas. Pekerjaan akan difokuskan ke sana terlebih dahulu, sebelum bergeser ke titik lainnya,” terang Toni.

Ia memprediksi, perbaikan kerusakan-kerusakan di sisi timur koridor tersebut membutuhkan waktu sekitar sebulan. “Batu andesit yang rusak juga akan kami ganti baru,” tegas Toni.

Tentunya, pemeliharaan koridor Jenderal Sudirman itu berimbas kepada para pengguna jalan. Betapapun Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu ruas jalan terpadat di Kota Bengawan, terutama selama jam kerja.

“Kami memberlakukan pengalihan arus kendaraan mulai 15 Maret hingga 15 April. Arus kendaraan dari jembatan Pasar Gede menuju Tugu Pemandengan akan ditutup, dan dibelokkan ke Jalan RE Martadinata-Perempatan Ketandan-Jalan Mayor Kusmanto-Jalan Jenderal Sudirman,” beber Kepala Seksi (Kasi).Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Mudo Prayitno.

Khusus kendaraan dari Jalan Arifin menuju Jalan Jenderal Sudirman, Pemkot tidak mengalihkannya ke ruas jalan lain. Hanya saja jalurnya digeser ke bagian tengah koridor. “Ini dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Ketandan serta kawasan Loji Wetan,” imbuh Mudo.

Pengalihan arus tersebut juga berdampak terhadap rute bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 1. Mudo menyebut, rute bus itu direvisi untuk sementara waktu sesuai jalur kendaraan lainnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This