Festival Dalang Cilik, Cara Pemerintah Kota Regenerasi Dalang

Pagi itu suasana di Balai Kota Surakarta tampak berbeda dari biasanya. Pendhapi Gedhe Balai Kota ini ramai dipadati orang tua dan siswa-siswi dari berbagai sekolah dasar. Mereka datang untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan mereka yang ikut serta dalam even Festival Dalang Cilik 2019 yang digelar Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Surakarta.
Para siswa dan orang tua murid ini tampak bersemangat memberikan dukungan kepada rekan mereka yang tampil sebagai peserta dalam even yang digelar setiap tahun tersebut. Di sisi lain, para peserta yang terbagi dalam dua kategori ini tampak percaya diri dalam menunjukkan kemampuannya sebagai dalang cilik. Mereka tampak santai, bersemangat dan tanpa takut menyajikan sebuah pertunjukan wayang kulit di depan para dewan juri dan penonton.


Seperti yang dilakukan Yusuf Prada Mulya. Bocah yang masih berusia 7 tahun ini tampak percaya diri dan tampil dengan penuh semangat dalam membawakan lakon Bimo Bungkus. Bocah imut yang sangat mengidolakan Ki Dalang Bayu Aji Pamungkas ini tampil dengan sabetan yang bagus seolah seperti dalang kenamaan.
“Saya sangat senang sekali bisa ikut Festival Dalang Cilik ini. Untuk tampil di acara ini sudah latihan lama. Terus tadi tampil membawakan lakon Bimo Bungkus yang menceritakan tentang sosok Bimo yang masih di dalam bungkus, lalu bungkusnya dipecah oleh seekor gajah sakti bernama Bimo Seno,” ujarnya, Rabu (27/3).
Kegiatan yang digelar setiap tahun ini merupakan langkah yang diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam melestarikan budaya dan kesenian Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, budaya lokal tidak boleh tergerus. Atas dasar itulah, Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menggelar kegiatan tersebut.
“Harapannya even ini mampu menumbuhkan gairah anak-anak untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal serta mendongkrak pariwisata ke Kota Surakarta,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pemkot Surakarta Kinkin Sultanul Hakim.
Kinkin menjelaskan even yang sudah keempat kalinya digelar Pemkot Surakarta ini rupanya membawa dampak postif dalam upaya regenerasi dalang di Kota Solo. Hal ini terlihat dengan jumlah peserta yang tiap tahunnya terus bertambah. “Tahun ini ada 21 peserta yang ikut. Kalau sebelumnya tidak sebanyak ini. Kami rasa ada dampak positif dengan penyelenggaraan festival ini,” jelasnya.
Untuk terus menumbuhkan kecintaan akan budaya dan kesenian wayang kulit ini, Dinas Kebudayaan memberikan wayang kulit dan perangkat gamelan di sejumlah sekolah serta Kelurahan. Tak hanya itu saja, di sejumlah sekolah dan kelurahan diadakan kegiatan ekstrakulikuler dan sanggar wayang kulit guna mengenalkan dan mendekatkan kesenian wayang pada anak-anak.
“Nanti yang menjadi pemenang dari even ini, akan kita beri kesempatan untuk tampil di beberapa acara pementasan wayang. Salah satunya di acara pementasan wayang kulit akhir bulan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan di Pendhapi Balai Kota Surakarta,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This