Menengok Progres Renovasi Dalem Joyokusuman

Ekskavator meratakan lahan sisi selatan Dalem Joyokusuman yang akan dijadikan area parkir dan lokasi gedung teater.

Februari tiga tahun lalu, Pemkot Surakarta resmi mendapatkan hibah aset berharga berupa bangunan dan lahan Dalem Joyokusuman dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Penyerahan cagar budaya, yang dilakukan Jaksa Agung M Prasetyo kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Budi Yulistianto di pendapa Dalem Joyokusuman kala itu, memuncaki sederetan upaya permohonan alih kelola yang diajukan Pemkot sejak 2013.

Tiga tahun berselang usai seremonial tersebut, Pemkot masih konsisten dengan rencana awal. Yakni pemanfaatan Dalem Joyokusuman sebagai pusat aktivitas seni dan budaya, ruang publik, serta pusat studi arsitektur Jawa.

Sebuah usaha yang tidak mudah, mengingat butuh anggaran yang besar untuk merealisasikan mimpi tersebut. Namun nyatanya, hingga kini revitalisasi maupun restorasi Dalem Joyokusuman terus diwujudkan.

Ibarat pepatah Jawa “alon-alon waton kelakon”, revitalisasi bangunan nan megah itu direalisasikan perlahan. Tentunya dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran.

“Rencana jangka panjangnya, kami ingin membangun gedung teater modern di sebagian lokasi taman parkir yang ada di luar Dalem Joyokusuman. Tapi karena belum ada dananya, sementara dipakai untuk tempat parkir semuanya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Endah Sitaresmi Suryandari.

Kalimat “belum ada dananya” yang disampaikan Sita memang menguatkan keterbatasan anggaran Pemkot, untuk merevitalisasi Dalem Joyokusuman. Namun revitalisasi bertahap yang dilakukan tanpa putus sejak 2017, menyiratkan komitmen Pemkot akan rencana pemanfaatan bangunan bersejarah tersebut.

Di lokasi pun publik bisa melihat bagaimana alat berat dan pekerja meratakan lahan di sisi selatan Dalem Joyokusuman, sebagai bagian dari revitalisasi tahap ketiga tersebut. Jika berkesempatan masuk ke bagian dalam, khalayak bahkan dapat menyaksikan betapa bangunan inti dan halaman belakang Dalem Joyokusuman kini telah tertata apik.

Ya, bangunan inti dan sejumlah bangunan tambahan di area dalam Dalem Joyokusuman memang menjadi sasaran revitalisasi pada 2017 dan 2018. Dirasa cukup memadai, kini revitalisasi menyasar bagian depan bangunan di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon tersebut.

“Sebenarnya kami juga ingin menata akses pengunjung menuju Dalem Joyokusuman dari beberapa ruas jalan di sekitarnya, melalui pembangunan koridor. Tapi kemungkinan baru bisa direalisasikan tahun depan, jika usulan anggarannya disetujui. Sampai Desember 2019, kami fokus dulu menyelesaikan pembangunan taman parkir.”

Anggaran sekitar Rp 2,8 miliar pun telah dialokasikan Pemkot untuk revitalisasi tahap ketiga ini. Kas daerah itu diperuntukkan bagi penataan lahan parkir, pembenahan drainase, serta renovasi ruang seni budaya di halaman depan Dalem Joyokusuman.

Pelaksana proyek Afandi menerangkan, hingga pertengahan Agustus para pekerja masih meratakan lahan parkir sebelum memasang paving block dan membenahi drainase. Area parkir itu diprediksi bisa menampung 60 kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua.

“Untuk ruang seni budaya, kami memperbesar ukuran kamar dari 3 meter x 4 meter menjadi 7 meter x 7 meter. Jadi nantinya lima ruangan itu dikurangi menjadi empat ruangan saja. Lalu bagian atap, tiang penyangga, kusen juga akan diganti baru,” papar dia.

Puluhan pohon sawo kecik juga akan ditanam di sekitar lahan parkir, guna menambah estetika kawasan tersebut. “Pohon besar tetap dipertahankan dan disekelilingnya akan ditanami pohon sawo kecik. Tinggi sekitar dua meter,” imbuh Afandi. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This