Sosialisasi HIV AIDS di CFD

Warga Peduli AIDS (WPA) bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Surakarta menggelar sosialisasi bahaya dan pencegahan HIV AIDS di Solo Car Free Day (CFD), tepatnya di depan Pengadilan Negeri Surakarta, Minggu (1/9/2019).

Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat Solo khususnya, dan masyarakat luar Solo pada umumnya tentang pentingnya pencegahan HIV/AIDS.

Sri Lumayani pengurus WPA kelurahan Joyontakan mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan,karena kepedulian masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS masih kurang. Selain itu, juga untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara pencegahan dan penularan HIV/AIDS.

“Dengan adanya informasi tentang HIV/AIDS yang benar, maka tidak boleh ada lagi stigma dan diskriminasi pada ODHA, sehingga ODHA dapat beraktifitas seperti pada orang normal lainnya. Jauhi penyakitnya,bukan orangnya”, kata Lumayani.

Masyarakat masih dapat berinteraksi dengan ODHA. Tapi permasalahannya, mindset kebanyakan orang mengira bahwa dengan berinteraksi dengan ODHA akan tertular virusnya, padahal itu semua salah.

Para ahli telah melakukan penelitian, ternyata virus HIV/AIDS tidak segampang itu penularannya. Hasil penelitian itu antara lain:
1. HIV tidak menular di kolam renang umum.
2. HIV tidak menular melalui batuk atau bersin.
3. HIV tidak menular dengan berbagi alat makan bersama.
4. HIV tidak menular karena berciuman.
5. HIV tidak menular karena berjabat tangan.
6. HIV tidak menular melalui gigitan serangga.

HIV/AIDS dapat menular melalui hubungan seksual, meliputi hubungan seks kelamin, oral, anal , jarum suntik yang tidak steril dan dipakai bergantian, tranfusi darah yang mengandung virus HIV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This