SPBU Pedaringan Jujugan ASN Isi Bensin

Tampak tangki pendam sudah terpasang di site pembangunan SPBU Pedaringan.

Pengendara yang melintas di Jalan Ki Hajar Dewantara kini mulai disuguhi aktivitas proyek di balik pagar seng, yang ada di lahan Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha (PAU) Pedaringan. Dalam beberapa bulan ke depan, dipastikan konstruksi tiang besi akan terlihat dari balik pagar tersebut.

Di lokasi itu, manajemen Perumda tengah mendirikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pom bensin itu memang menjadi salah satu strategi Pemkot Surakarta, dalam mendulang pendapatan asli daerah (PAD) melalui tangan badan usaha miliknya tersebut.

Proses pembangunan SPBU yang dimulai awal tahun dengan perataan lahan, yang disusun pengerjaan pondasi dan pemasangan konstruksi, ditargetkan selesai 27 Desember. Sesudahnya pom bensin itu siap beroperasi guna melayani kebutuhan bahan bakar masyarakat.

Sadar akan fungsi penting SPBU sebagai salah satu sumber PAD, Pemkot pun ingin keberadaannya bisa dimaksimalkan. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan bahan bakar bisa mengalir ke kas daerah, yang berujung sebagai modal bagi pelayanan publik yang diselenggarakan Pemkot.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo pun menginginkan skenario pengisian kas daerah lewat SPBU berjalan optimal. Tidak heran jika orang nomor satu di Kota Surakarta ini sampai mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk “mengisi bensin” di SPBU tersebut, jika pom bensin itu mulai beroperasi.

“Semua kendaraan dinas wajib. Semua ASN juga,” tegas Wali Kota.

Wali Kota yang biasa disapa Rudy ini mengungkapkan, penjualan bahan bakar minyak (BBM) kepada abdi praja, selain pengguna kendaraan lainnya, bisa berdampak positif bagi pengembangan program-program Pemkot. “Yang diuntungkan siapa? Tentunya Pemkot dan masyarakat. Keuntungan penjualan BBM itu bisa untuk mengaspal jalan, membangun rumah sakit, dan sebagainya.”

Bahkan Rudy juga mengimbau para anggota legislatif dan stakeholder lain , guna melakukan hal serupa. “Sekalian saja mengecek, apakah saat pengisian bahan bakar meteran SPBU sudah benar atau belum. Salah satu tugas anggota dewan kanmelakukan pengawasan juga,” katanya.

Dijadikannya SPBU Pedaringan sebagai jujugan para ASN untuk “isi bensin”, juga diyakini Pemkot mampu merealisasikan rencana balik modal yang telah disusun manajemen Pedaringan. Dalam penghitungan mereka, usai SPBU berikut fasilitas-fasilitasnya selesai dibangun pada 27 Desember, bulan berikutnya pom bensin itu bisa langsung beroperasi. “Break Event Point(BEP)-nya lima tahun setelah beroperasi, atau 2025,” terang Wali Kota.

Direktur Perumda PAU Pedaringan Chriswanto Tri Santoso menerangkan, SPBU itu menelan investasi sebesar Rp 12 miliar.  SPBU yang sudah memulai pemasangan konstruksi sejak 1 Juli tersebut rencananya menyediakan enam jenis BBM. Yakni Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, Pertamax Turbo, serta Dexlite.

SPBU ini berdiri di atas lahan 2.700 meter persegi. Memiliki empat pulau pompa dengan empat pompa dispenser, yang masing-masing terdiri dari enam nozzle. Tangki pendam ada tujuh unit dengan kapasitas total 130 kiloliter,” beber Chriswanto.

Selain menjual bahan bakar, SPBU Pedaringan juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang sesuai konsep SPBU Plus. Mulai toilet, mushala, kafe indoor dan outdoor, minimarket, ATM Center, gerai oli dan elpiji, hingga stasiun pengisian nitrogen. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This