Armada Pengangkut Sampah Dilengkapi GPS

Pemerintah Kota Surakarta membuat terobosan untuk memantau kinerja petugas pengangkut sampah yang menggunakan TPS Mobil dengan membuat aplikasi TPS Pintar. Piranti berbasis teknologi informasi tersebut diujicobakan di Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Selasa (6/9/2016). Dengan menggunakan teknologi GPS diharapkan pengangkutan sampah menggunakan armada mobil pick up akan dapat dilakukan secara efektif dan efisien karena operasionalnya dipantau secara terus-menerus di kantor kelurahan.

Kepala Kelurahan Ketelan, Evi Mahanani, mengatakan TPS Cerdas merupakan pengembangan dari TPS Mobile yang sudah berjalan beberapa tahun. Dalam operasionalnya, mobil pengangkut sampah dilengkapi dengan global position system (GPS) yang dapat terpantau posisi, kondisi, kecepatan bergeraknya dan lain-lain, lewat telepon seluler berbasis android atau apple.

“Selama ini muncul keluhan masyarakat, pengangkutan sampah tidak efektif dan efisien. Waktu operasional mobil pengangkut sampah tidak menentu, sering berhenti dan membongkar sampah sembarangan, pengambilan sampah tidak merata dan sebagainya. Pak Rudy (Walikota Surakarta) Dishubkominfo membuat sistem pemantauan mobil pengangkut sampah tersebut dan hasilnya diujicobakan di Kelurahan Ketelan dahulu,” ujarnya.

Evy memaparkan, berdasarkan ketentuan petugas mobil pengangkut sampah mulai beroperasi pukul 05.00 dan pada pukul 08.00 mobil berhenti di titik kumpul, menunggu gerobak dan gerobak bermotor (Germo) mengirim sampah dari permukiman yang tidak terjangkau mobil sampah. Setelah itu, sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Putri Cempo dalam sehari dilaksanakan dua kali beroperasi.

Kelurahan Ketelan memiliki sejumlah armada pengangkut sampah yang terdiri dari satu unit mobil, empat gerobak dorong dan satu gerobak motor dengan wilayah kerja di 9 RW dan 31 RT.  Operasional mobil pengangkut sampah terbagi Selasa-Sabtu pukul 06.30 hingga 10.30. Sedangkan Senin dimulai pukul 06.30 hingga 15.00.  Dalam sehari ada dua kali kloter, kecuali hari Senin tiga kali kloter, karena hari Minggu operasional armada pengangkut sampah libur.

Namun ketentuan operasional tersebut, katanya, sering tidak ditepati terutama karena di lokasi-lokasi tertentu ada pemulung yang membongkar sampah di mobil pengangkut. Selain itu, jika dalam operasional terjadi kendala, seperti pecah ban, mobil mogok dan sebagainya sulit terpantau. “Dengan perangkat GPS tersebut, baik posisi mobil pengangkut sampah sedang jalan aau berhenti, batas kecepatannya, kondisinya saat beroperasi mengalami kerusakan atau tidak dapat terpantau. Termasuk kalau mobil digunakan di luar tugas mengangkut sampah,” sambung Lurah Evy.

Kepala Seksi Jaringan Informatika dan Komunikasi Publik Dishubkominfo Surakarta Taufan Redina  menjelaskan teknologi yang dipakai dalam TPS Pintar adalah kombinasi antara geospasial dan GPS. Fungsi instrumen untuk memantau posisi, kecepatan, kondisi mobil baik saat bergerak maupun berhenti. Pemantauannya dengan telepon seluler dengan aplikasi GPS-ID, yang sebenarnya bisa diunduh melalui sistem android.

“Pemantauan operasional TPS Mobile menjadi TPS Pintar, untuk menanggapi keluhan masyarakat terhadap tidak efisien dan efektifnya pengangkutan sampah. Saat uji coba ini pemantauan memang baru bisa dilakukan aparat kelurahan. Tapi mulai Oktober 2016 diharapkan juga bisa diakses masyarakat yang dipadukan dengan aplikasi pengaduan masalah sampah,” tutur Taufan.

Taufan menambahkan Kelurahan Ketelah menjadi pilot project penerapan TPS Pintar dan jika sukses aplikasi serupa bakal diterapkan di 50 kelurahan lainnya. Menurut dia, pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala.  “Kamu akan melakukan evaluasi setiap bulannya. Kalau Kelurahan Ketelan berhasil, kelurahan lain menyusul,” ujarnya.

enggunaan aplikasi tersebut direspons positif petugas kebersihan di Kelurahan Ketelan. Salah seorang petugas kebersihan, Sartono, mengatakan sebenarnya selama ini para petugas tidak pernah menyeleweng dalam menjalankan tugasnya karena setelah berkeliling mengambil sampah mereka juga langsung membuang ke TPA Putri Cempo. 54. “Tapi bagus juga karena kegiatan kami menjadi terpantau secara langsung sehingga jika ada masalah langsung diketahui pimpinan,” ujarnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This