Mega Proyek di Tahun 2017

Sejumlah mega proyek akan dilaksanakan Pemerintah Kota Surakarta di tahun 2017. APBD 2017 yang baru saja disetujui DPRD Surakarta menggaransi proyek pembangunan dengan nilai ratusan miliar rupiah. Walikota FX Hadi Rudyatmo ingin memastikan visi Terwujudnya Masyarakat Kota Surakarta yang Waras, Wasis, Wareg dan Mapan Papan (3WMP) dapat teralisasikan.

Walikota Rudyatmo mengatakan tahun 2017 bakal dibangun fly over di persimpangan Manahan. AD-1 ini menghendaki, jalan layang di atas persimpangan sebidang kereta api yang kerap membuat kawasan Manahan ini macet, bisa selesai dalam satu tahun anggaran. “Pembangunannya murni menggunakan dana APBD. Kalau tidak salah nilainya Rp 31 miliar,” ujarnya.

Volume kendaraan di Kota Solo meningkat dari tahun ke tahun mengakibatkan terjadi kepadatan lalu lintas di sejumlah lokasi. Beberapa di antaranya di persimpangan sebidang atau perlintasan kereta api, seperti perlintasan Purwosari, Badran atau Manahan, Pasar Nongko, Pasar Ledoksari, Palang Joglo dan Viaduk Gilingan. memaksa pemerintah Kota Surakarta harus bergerak cepat. Dengan menjadikan fly over sebagai solusi untuk mengurai kemacetan lalu lintas di persimpangan sebidang.

Dengan belanja langsung yang mencapai 57,5 persen dari total APBD 2017 yang besarnya Rp 1,8 triliun, Pemerintah Kota Surakarta lebih leluasa membangun beberapa proyek raksasa. Salah satunya adalah penambahan fasilitas kesehatan berupa RSUD di Semanggi. Anggota Badan Anggaran DPRD Surakarta, Honda Hendarto menyebut RSUD tersebut membutuhkan anggaran Rp 100 miliar. “Tetapi pembiayaannya multi years. Mulai tahun 2017 sudah dianggarkan,” ujarnya.

Masih berkaitan dengan kesehatan, Pemerintah Kota Surakarta juga hendak menyelesaikan pembangunan gedung kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) pada tahun 2017. Gedung yang strukturnya sudah mulai dikerjakan pada tahun ini, diproyeksikan akan menghabiskan biaya Rp 21 miliar. Sedianya akan dibangun bertahap, tetapi dengan berbagai pertimbangan, pembagunan kantor DKK dikebut di tahun ini.

“Program jaminan kesehatan juga mendapatkan porsi anggaran yang cukup besar, sekitar Rp 13 miliar. Sebagian untuk membayar iuran BPJS bagi warga tidak mampu, dan sebagian untuk membiayai program yang dulunya dinamai dengan PKMS Silver,” ujar Honda.

Sementara untuk pasar tradisional, revitalisasi pusat kegiatan ekonomi wong cilik akan menyasar Pasar Sangkrah. Pada APBD 2017, tersedia dana sebesar Rp 17 miliar untuk membangun pasar yang letaknya tidak jauh dari situs BCB, Stasiun Kota tersebut.

Di bidang pendidikan, Kota Surakarta bakal memiliki sekolahan terintegrasi berupa penggabungan jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan SMP. Sekolahan tersebut rencananya, di Mojosongo yang hingga kini belum memiliki SMP. Pembangunan dua jenjang pendidikan dalam satu lokasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemenuhan wajib belajar 9 tahun. “Alokasi anggarannya Rp 17,5 miliar,” ujar Honda.

Pembangunan infrastruktur juga masih menjadi prioritas pada tahun 2017 mendatang. Pemerintah Kota Surakarta fokus pada peningkatan kualitas jalan, terutama jalan lingkungan yang sebagian besar masih berupa jalan tanah. Selain itu, mengantisipasi banjir, drainase kota juga mendapatkan alokasi anggaran yang tidak sedikit. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This