Cara Praktis Bayar Retribusi

Untuk memudahkan pedagang membayar retribusi yang menjadi kewajibannya, Pemerintah Kota Surakarta, Kamis (1/6/2017) meluncurkan kartu e-retribusi. Launching e-retribusi dilakukan di Lantai 4 Pasar Klewer oleh Wali Kota FX Hadi Rudyatmo. Per 1 Juni 2017 lima pasar tradisional yang ada di Kota Surakarta resmi menggunakan e-retribusi.

Keempat pasar tradisional yang secara serentak menggunakan model pembayaran secara online tersebut adalah Pasar Klewer, Pasar Gading, Pasar Tanggul, Pasar Sibela Mojosongo, dan Pasar Bangunharjo. Kelima pasar tersebut menyusul Pasar Gede, Pasar Gilingan, Taman Pasar Burung dan Ikan Hias Depok

“Di Pasar Klewer ada 1.694 pedagang kios, Pasar Tanggul ada 163 pedagang, Pasar Gading sebanyak 282 pedagang, Pasar Bangunharjo, 47 pedagang, Pasar Sibela 165 pedagang,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagiyo.

Untk melaksanakan e-retribusi tersebut, Pemerintah Kota Surakarta menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Jawa Tengah. Sejumlah bank nasional seperti BNI juga bakal bergabung. Tujuh unit mesin Tap Reader Machine (TRM) telah disiapkan di lima pasar yang per 1 Juni secara serentak melaksanakan e-retribusi. Tiga unit ditempatkan di Pasar Klewer dan masing-masing satu unit untuk keempat pasar lainnya.

Secara teknis, setiap pedagang akan mendapatkan kartu e-retribusi. Kartu tersebut diperoleh setelah pedagang membuka rekening di salah satu bank yang menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta. Untuk sementara ini adalah Bank Jateng dan BTN.  Pedagang akan mendapat kartu yang berisi deposit sesuai dengan jumlah yang disetor. “Saat pembayaran, pedagang tinggal menempelkan kartu di mesin, otomatis saldo akan berkurang sesuai dengan jumlah pembayaran retribusi yang dilakukan,” ujar Erni Susiatun, Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Dinas Perdagangan Kota Surakarta.

Sebagai bukti telah melakukan pembayaran, pedagang akan mendapatkan struk yang otomatis ke luar dari mesin TRM seusai transaksi. Seorang pedagang Pasar Klewer, Mursid, mengaku tidak kesulitan untuk melakukan pembayaran retribusi dengan memakai e-retribusi. Bahkan menurut dia, pembayaran dengan kartu dirasakan lebih murah. “Kepada petugas pemungut, setiap hari saya bayar retribusi Rp 5.000/hari. Tadi coba bayar untuk retribusi sebulan nilainya Rp134.320 atau kalau dirata-rata kan per hari tidak sampai Rp 5.000,” ujarnya. (***)

Share This
X