Rambak Sapi, Oleh-Oleh Khas Jagalan

Berkunjung ke Solo belum lengkap rasanya kalau belum menikmati renyah dan gurihnya rambak kulit dari kampung Jagalan. Ya, Jagalan memang sudah terkenal sebagai kampung penghasil rambak kulit di Solo. Di kampung ini sekarang ada 9 produsen rambak kulit yang aktif memproduksi rambak yang berasal dari kulit sapi itu.

Menurut sejarahnya Jagalan adalah kampung tempat pemotongan hewan atau penjagalan sejak jaman penjajahan Belanda dulu. Dari istilah penjagalan inilah  kampung tersebut mendapatkan namanya. Dari kampung ini setiap hari dihasilkan berlembar-lembar kulit sapi yang berasal dari puluhan ekor sapi yang disembelih di situ.

Melihat lembaran-lembaran kulit sapi tersebut orang Jagalan berpikir bagaimana memanfaatkannya untuk menjadi makanan yang dapat dikonsumsi. Dari coba-coba yang dilakukan terus menerus itulah akhirnya tercipta rambak, semacam kerupuk yang renyah dan gurih. Demikianlah menurut cerita Budhi Haryanto, ketua paguyuban Kampung Oleh-oleh Jagalan.

Menurut Budhi Haryanto, membuat rambak dibutuhkan kesabaran yang ekstra untuk menghasilkan rambak yang renyah dan gurih. Mula-mula kulit sapi dibersihkan dari bulu dan lemak yang menempel. Setelah itu kulit yang sudah bersih dari bulu dan lemak tersebut direbus sampai empuk. Selanjutnya kulit  yang dipotong-potong kecil-kecil dan dijemur hingga kering. itu diungkep atau  digoreng dengan minyak selama 7-8 jam sambil terus diaduk-aduk tanpa henti. Dari sinilah potongan-potongan kulit tersebut digoreng, mengembang dan menjadi renyah seperti kerupuk.

Budhi Haryanto mengakui di pasaran memang beredar rambak  kulit dari berbagai tempat. Namun rambak kulit dari Jagalan Solo memiliki keistimewaan yaitu lebih renyah dan gurih yang  menjadikannya diburu para penggemar rambak kulit. Pada hari-hari biasa Budhi Haryanto bisa menjual antara 5-7 kg rambak, tetapi pada hari raya seperti lebaran omzetnya bisa menoingkat 10 kali. “Pada hari sebelum dan setelah lebaran saya bisa menjual sekitar 600 kg,” ujarnya.

Jagalan tidak hanya terkenal dengan rambaknya. Produk olahan dari sapi lainnya yang terkenal dari Jagalan adalah abon dan dendeng. Abon Jagalan terkenal kelezatannya karena terbuat 100% dari daging sapi, tidak dicampur bahan-bahan lainnya. Demikian juga dengan dendengnya, yaitu daging sapi mentah berbentuk pipih yang sudah dibumbui dan dikeringkan. Umtuk dikonsumsi dengeng ini tinggal digoreng saja sampai matang.

Untuk meningkatkan pemasaran, para penghasil rambak, abon dan dendeng ini membentuk paguyuban bernama Kampung Oleh-oleh Jagalan. Para penghasil makanan tradisional ini kerap mendapatkan pendampingan baik dari Pemerintah Kota Surakarta maupun Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). “Kami mendapat bimbingan dari segi manajemen sampai pemasaran,” ujar Budhi.

Paguyuban ini rencananya akan ditingkatkan menjadi koperasi supaya bisa mendapatkan akses permodalan dan pemasarannya menjadi lebih intensif. Kendala menjadi koperasi menurut Budhi adalah jummlah keanggotaannya kerena belum semua produsen makanan olahan  dari sapi ini bergabung dalam paguyuban. “Saya berharap dan selalu menghimbau agar teman-teman bergabung di paguyuban dan supaya bisa dibentuk koperasi,” ujar Budhi.

 

Share This
X