Seluruh Puskesmas di Surakarta Ramah Anak

17 Puskemas di Kota Surakarta telah memenuhi standar sebagai pusat layanan kesehatan yang ramah anak. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr.Siti Wahyuningsih, M.Kes pemenuhan standar ramah anak itu sudah lama dilakukan. “Sejak tahun 2010 kita merintis Puskesmas ramah anak ketika kita mulai merintis menuju Kota Layak Anak,” ujarnya.
Menurut Bu Ning, demikian Kepala DKK ini disapa, Puskesmas Pajang mendapat penghargaan sebagai ramah anak karena puskesmas tersebut yang ditunjuk sebagai representsi layanan kesehatan di Surakarta berkaitan dengan evaluasi Kota Layak Anak. “Ketika kita merintis puskesmas ramah anak, semua puskesmas wajib memenuhi kriteria yang sudah ditentukan. Jadi bukan hanya Pajang saja yang ramah anak karena semua puskesmas kita ramah anak,” tambahnya.
Setidaknya ada 15 indikator Puskesmas yang harus dipenuhi agar memenuhi standar sebagai layanan kesehatan ramah anak. Kelima belas indikator tersebut adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi atau pengetahuan mengenai KHA, tersedianya media dan materi KIE terkait dengan kesehatan anak, tersedianya ruang pelayanan konseling khusus bagi anak, ruang tunggu bermain untuk anak yang nyaman, tersedianya ruang Asi, terdapat tanda peringatan dilarang merokok sebagai kawasan tanpa rokok.
Selain itu indikator puskesmas ramah anak juga harus tersedia sanitasi lingkungan puskesmas, tersedia sarana dan pelayanan bagi anak penyandang disabilitas, cakupan bayi kurang dari 6 bulan mendapat ASI eksklusif, menyelenggarakan pelayanan konseling kesehatan peduli remaja (PKPR), menyelenggarakan pelayanan tata laksana kasus kekerasan terhadap anak, tersedia data anak yang memperoleh layanan kesehatan anak, ada pojok baca sebagai informasi tentang hak-hak anak atas kesehatan, adanya mekanisme pengaduan untuk menampung suara anak dan menyediakan pelayanan penjangkauan kesehatan anak.

“Kami sebenarnya nggak pernah menarget untuk mendapatkan penghargaan. Pokoknya kami bekerja untuk yang terbaik. Jadi kami tidak pernah kok menarget puskesmas ramah anak harus dapat penghargaan karena memang layanan kesehatan harusnya demikian. Ada atau tidak penghargaan, puskesmas harus ramah anak dan itu merupakan suatu proses, bukan sesuatu yang permanen,”

dr.Siti Wahyuningsih, M.Kes

Menurut Bu Ning, penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dialamatkan kepada Puskesmas Pajang sebagai Puskesmas Ramah Anak harus dimaknai sebagai pengakuan kalau seluruh puskesmas di Surakarta yang tersebar di 17 lokasi juga telah memenuhi standar sebagai puskesmas layak anak. “Karena Pajang itu sebagai wakil, dalam evaluasi tim KLA kan tidak semua didatangi,” tambah Kepala DKK ini.
Dalam penilaian Kota Layak Anak yang diadakan Kementerian PP & PA, layanan kesehatan ramah anak di Puskesmas, merupakan salah satu dari 25 sub indikator yang wajib dipenuhi. Puskesmas Raman Anak masuk pada klater 3 yakni kesehatan dasar dan kesejahteraan. Disebutkan dalam dokumen advokasi kebijakan KLA, untuk mendapatkan penilaian predikat sebagai Kota Layak Anak, dalam suatu daerah jumlah puskemas dengan pelayanan ramah anak harus meningkat setiap tahunnya.
“Kalau di akreditasi (Kementerian Kesehatan), puskesmas ramah anak itu adalah penyediaan layanan untuk yang berkebutuhan khusus. Anak dan lansia merupakan warga yang mendapatkan perlakuan khusus. Jadi puskesmas kita memang terus berproses ke sana. Dengan penghargaan kemarin, tentu kami berharap teman-teman lebih semangat lagi,” tandas dia. (***)

 

 

Share This
X