Pasar Gading, Pasar Rakyat dengan Pengelolaan Terbaik se Jawa Tengah

Pasar Gading Kota Surakarta dinobatkan sebagai pasar rakyat dengan pengelolaan terbaik se Jawa Tengah. Wakil Wali Kota Achmad Purnomo dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagiyo menerima penghargaan atas capaian prestasi tersebut dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, bersamaan dengan Upacara Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ke-67 di Semarang, Selasa (15/8/2017).

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo, pengelolaan Pasar Gading, sebagaimana juga pasar-pasar rakyat yang ada di Kota Surakarta mengedepankan konsep yang disebut dengan Rerajut Ati. Rerajut Ati yang bermakna menjalin hubungan batiniah tersebut merupakan akronim motto “resik atau bersih, ramah, jujur, aman, dan simpati.

“Kita ingin agar antara pengelola pasar, pedagang dengan pembeli itu terbangun hubungan yang tidak sekadar transaksi ekonomi tetapi berdasarkan nilai-nilai kekeluargaan. Jika pasar bersih dan aman, para pedagang tentu senang demikian juga pembeli. Apalagi jika pelayanannya dilandasi dengan keramahan, kejujuran dan simpatik,” kata Subagiyo.

Proses penilaian yang dilakukan tim dari Jawa Tengah hampir berlangsung satu tahun dengan sejumlah tahapan. Sebelum diumumkan sebagai pemenang menjelang Hari Jadi Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah ke-67, tim evaluasi menyeleksi 35 pasar rakyat yang menjadi andalan dari masing-masing kota/kabupaten ke dalam 10 besar. “Pasar Gading yang kita ikutkan dan ternyata menjadi nomor satu,” tambah Subagiyo.

Pada tahun 2008, Pasar Gading juga pernah dinobatkan sebagai pasar sehat terbaik se Jawa Tengah. Pasar Gading yang terletak di ujung Alun-alun Selatan Kraton Kasunan Surakarta itu merupakan pilot project revitalisasi pasar tradisional skala nasional. Image pasar tradisional bau dan jorok diubah dengan penyediaan fasilitas yang mendukung para pedagang agar membuat pedagang maupun konsumen nyaman bertransaksi tanpa  kehilangan spirit ketradisionalannya

Dengan luas sekitar 2.283 meter persegi, Pasar ini memiliki 33 kios dan 192 los menampung sekitar 385 pedagang termasuk pedagang pelataran atau oprokan. Rapi, asri dan higenis merupakan keistimewaan Pasar Gading. Pedagangnya dalam kesempatan tertentu juga “berseragam” laiknya pramuniaga di swalayan. Sebagian besar pedagang menempatkan dagangannya di lapak yang terbuat dari bahan steinless steel alias logam anti karat.

Sarana pendukung pasar ini juga terbilang lengkap mulai dari MCK, Mushola, kantor pengelola, bak penampung sampah, alat pemadam kebakaran, lahan parkir dan juga dilengkapi dengan CCTV. Pasar ini juga memiliki ruang laktasi (menyusui) serta ruang bagi perokok. (***)

 

Share This
X