DLH Jadi Instansi Paling Hemat Energi se Jawa Tengah

Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta yang mewakili Pemerintah Kota Surakarta meraih juara pertama dalam Lomba Hemat Energi dan Air Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengganjar piala dan penghergaan serta uang pembinaan atas kemampuan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Surakarta itu dalam melakukan penghematan energi dan air bersamaan dengan Peringatan Hari Jadi Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah ke-67, di Semarang, Selasa (15/8/2017) kemarin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Hasta Gunawan mengatakan penghargaan tersebut sebenarnya bukan tujuan utama dalam mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. “Sebagai instansi pemerintah, apalagi Dinas Lingkungan Hidup, kita berupaya agar bisa contoh dalam melakukan penghematan penggunaan energit utamanya listrik, BBM dan juga air bersih,” kata Hasta.

Hasta mengatakan di lingkungan OPD yang dipimpinnya berusaha menerapkan prinsip-prinsip hemat energi. Berbekal Surat Edaran Walikota Nomor 660.1/1178 Tahun 2016, Dinas Lingkungan Hidup membentuk Satgas Penghematan Energi. Salah tugas satgas adalah melakukan pengawasan terhadap penggunaan energi dan air bersih. “Mereka yang akan mengingatkan jika ada pegawai yang lupa mematikan komputer atau lampu di siang hari. Tujuannya sebenarnya lebih pada mendorong perubahan perilaku,” ujarnya.

Secara praktis, penghematan energi listrik yang dilakukan dengan cara menggunakan lampu dan peralatan listrik hemat energi, mematikan atau mengurangi penggunaan lampu apabila tidak digunakan, penghematan penggunaan pendingin ruangan dengan cara mengatur suhu pendingin ruangan, memang menekan biaya. Namun menurut Hasta, perubahan perilaku lebih menjadi tujuan utama.

“Karena dengan perilaku hemat energi, kebiasaan-kebiasaan membuang energi yang tidak perlu seperti siang hari masih menyalakan lampu padahal kalau jendela dibuka cahayanya sudah lebih dari cukup, membuat saluran air bekas air wudlu untuk menyirami tanaman hias, dampaknya dirasakan dalam jangka panjang. Harapannya jika ASN memiliki perilaku hemat energi, itu bisa menjadi contoh dan menular ke masyarakat,” kata Hasta.

Penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah yang diterima Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta tersebut merupakan prestasi ulangan. Pasalnya, tahun lalu Pemerintah Kota Surakarta juga mendapatkan penghargaan serupa. Menurut Hasta, tahun lalu, Sekretariat Daerah yang ditunjuk sebagai wakil Kota Surakarta. “Akan kita gilir OPD yang menjadi wakil dalam lomba seperti itu. Tahun depan, lima kecamatan sekaligus yang akan kita minta untuk menjadi wakil,” tambah Hasta. (***)

 

Share This
X