Es Gempol Pleret, Kuliner yang Kian Langka di Kota Solo

Es gempol pleret kini juga sudah jarang dijajakan di Solo padahal kuliner yang satu ini merupakan es yang khas di solo. Gempol Pleret adalah minuman khas daerah Solo yang terdiri dari adonan tepung beras dan gula jawa. Adonan tepung itu dibentuk bulat pipih setelah sebelumnya dipapatkan. Gempol dan gula jawa dicampur dengan santan cair dan saus yang terbuat dari campuran gula pasri dan gula jawa. Untuk menambah kesegaran, es batu ditambahkan.
Pak Suharto adalah satu dari beberapa orang yang mempunyai usaha jual es gempol pleret. Padahal, 20 tahun yang lalu banyak penjual es gempol pleret menggendong dagangannya keliling kampung. Warung makanan dan es gempol pleret milik Pak Suhar berada di samping Masjid Tegalsari, Jalan Dr. Wahidin Solo. Lokasinya mudah ditemukan karena berada di seberang pertigaan Tugu Lilin Laweyan. Beliau membuka usaha warung sejak Februari 1998.
Bahan utama gempol ini adalah beras dan pak suhar menggunakan beras kualitas tinggi yaitu raja lele untuk membuat bulatan-bulatan gempol. Beliau menumbuk beras dan mengeringkannya sebelum membentuknya bulat-bulat kemudian bulatan itu direbus dan dimasak dengan daun pandan agar beraroma sedap. Digunakannya daun pandan pada biji gempol membuat biji yang tadinya putih berubah menjadi kehijauan. Warung Pak Suhar ini berdiri di tempat sempit. Akan tetapi, warung yang hanya menyediakan lima meja panjang itu bisa memuat 30 orang jika penuh.

dok.foto:imgrum.org

Share This
X