Target Imunisasi MR Hampir Tercapai

Untuk memastikan tidak ada anak yang belum mendapatkan imunisasi measless rubella (MR), Dinas Kesehatan Kota Surakarta melakukan sweeping ke rumah-rumah warga. Petugas medis dan non medis dikerahkan untuk jemput bola karena hingga Rabu (20/9/2017), masih ada sekitar 11 ribu anak yang belum terjangkau. Pelaksanaan imunisasi MR, masih akan berlangsung hingga 30 September mendatang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Efi Setyawati Pertiwi, tercatat anak di Kota Surakarta yang sudah mendapatkan imunisasi MR sebanyak 134.449 anak. Angka tersebut mencapai 92,1% dari jumlah sasaran imunisasi MR yang mencapai 145.930 anak. “Kita terjunkan petugas baik tenaga medis maupun medis untuk mendatangi rumah-rumah warga yang memiliki anak usia 9 bulan hingga 15 tahun,” ujarnya.

Efi mengatakan meski belum mencapai target namun dia optimistis pada akhir September mendatang target anak yang mendapatkan imunisasi MR bisa tercapai. Menurut Efi, dari 145.930 anak yang menjadi sasaran imunisasi MR, yang ditargetkan terjangkau adalah 95 persennya atau sebanyak 138.633 anak. Artinya, sekarang ini tinggal kurang dari tiga persen atau sekita 4.000an anak yang belum terjangkau.

Imunisasi MR berlangsung selama dua bulan penuh, sejak diluncurkan 1 Agustus lalu dengan dua tahap. Tahap pertama yang dilaksanakan sepanjang Agustus dengan sasaran anak usia sekolah melalui PAUD, TK, SD dan SMP sederajat. Sedangkan pada September akan diperuntukkan bagi anak-anak di luar sekolah melalui Posyandu.

Menurut Efi sebenarnya jika jumlah anak-anak yang wajib mendapatkan imunisasi MR berdasarkan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, persentase cakupan imunisasi MR sudah melebih dari target hingga 117 persen. Bahkan jika mengacu pada data jumlah anak dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) persentase cakupan imunisasi MR sudah mencapai 135 persen. “

“Jumlah anak versi Pusdatin dan Dispendukcapil itu adalah anak-anak yang merupakan penduduk Kota Surakarta. Sementara sasaran imunisasi MR bukan saja anak-anak yang menjadi penduduk tetapi juga anak-anak dari luar kota yang bersekolah di Kota Surakarta juga menjadi target sasaran program ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih meminta agar orang tua yang anaknya belum mendapatkan imunisasi MR agar segera mendatangi puskesmas atau posyandu. Ditegaskannya, pemberian imunisasi MR penting dilakukan untuk memutus transmisi virus campak dan rubella. Menurutnya, campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular disebabkan oleh virus dengan masa inkubasi rata-rata 8-13 hari. Gejala penyakit campak adalah demam, timbul bercak kemerahan pada kulit, dan disertai dengan batuk serta pilek.

Sedangkan rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan remaja. Akan tetapi yang menjadi perhatian adalah efek teratogenik apabila menyerang pada perempuan saat hamil. “Infeksi rubella yang terjadi sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, kematian janin atau sindrom rubella congenital pada bayi yang dilahirkan,” jelas Siti Wahyuningsih.

Share This
X