Rekayasa Lalu Lintas Flyover Manahan Disimulasikan

Selama 24 jam, mulai hari Rabu (4/10/2017) pukul 06.00 WIB sampai dengan hari Kamis (5/10/2017), perlintasan kereta api di Jalan Dr. Muwardi, Manahan ditutup total. Masyarakat yang hendak melewati ruas tersebut diminta untuk melalui jalur alternatif yang disiapkan. Penutupan perlintasan kereta api tersebut merupakan simulasi penerapan rekayasa lalu lintas menjelang pelaksanaan proyek pembangunan jalan layang (flyover) Manahan.

Dengan ditutupnya perlintasan kereta api Manahan,  pengguna lalu lintas yang berasal dari arah Jalan MT Haryono maupun Jl. Adi Sucipto tidak bisa bisa langsung ke selatan menuju arah Kotta Barat. Demikian pula sebaliknya. “Dalam simulasi ini, dibuat seolah-olah proyek sudah dikerjakan dan perlintasan sebidang kereta api ditutup. Kita sudah membuat rekayasa dengan pengalihan arus lalu lintas,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno.

Dinas Perhubungan Kota Surakarta melakukan rekayasa lalu lintas berdasarkan hasil sosialisasi yang digelar beberapa waktu lalu di Kelurahan Manahan. Semula, sejumlah ruas jalan akan ditutup tetapi dengan berbagai pertimbangan, penutupan jalan hanya dilakukan persis di perlintasan kereta. “Pak Wali mengizinkan media di utara maupun selatan perlintasan dibongkar dan pengerjaan flyover juga tidak sekaligus sehingga masih ada akses jalan di sekitar proyek yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Ari Wibowo mengatakan, median jalan di dekat perlintasan yang dibongkar mencapai 28 meter dengan rincian, 15 meter di sisi selatan dan 13 meter di sisi utara dibongkar 13 meter. Dengan tidak adanya median, maka nantinya kendaraan yang melintas di Jl. Hasanudin dari arah barat bisa langsung menuju Jl. Hasanudin di sisi timur, tanpa harus berputar melalui ruas jalan lain.  Demikian pula kendaraan di Jl. M.T. Haryono dari arah utara bisa langsung berbelok ke Jl. Samratulangi.

Jalan Dr. Muwardi juga akan dilakukan penyempitan hingga hanya menyisakan lebar tidak lebih dari tiga meter di sisi timur dan kanan. Ari Wibowo menyebut, simulasi yang dilakukan selama satu hari penuh memang dibuat mendekati suasana ketika pembangunan flyover dilaksanakan. “Nanti ketika flyover dikerjakan, sisi timur dan sisi barat Jalan Dr. Muwardi hanya cukup 1 mobil. Simulasi ini memang juga bertujuan membiasakan pengendara memilih jalur alternatif selama perlintasan sebidang ditutup total saat flyover dibangun,” ujarnya.

Hari mengatakan pihaknya akan menempatkan petugas yang siap memberikan informasi arah kepada para pengguna jalan selama simulasi rekayasa lalu lintas prapembangunan flyover Manahan. Penempatan petugas tersebut agar masyarakat yang melintas di lokasi simulasi rekayasa lalu lintas tidak tersesat arah. Selain itu, juga disebar peta rekayasa lalu lintas.

Berdasarkan peta rekayasa lalu lintas simulasi tersebut, perubahan arah lalu lintas terjadi di Jl. Slamet Riyadi mulai dari Gendengan-Purwosari dengan diberlakukan dua arah karena sebelumnya di segmen ini berlaku satu arah dari Purwosari ke Gendengan. Selain itu, di Jl. Hasanudin mulai simpang tiga Jl. Ciptomangunkusumo hingga simpang empat Pasar Nongko berlaku satu arah. Pengendara dari Jl. Cipto wajib berbelok ke kiri di simpang Pasar Nongko.

Masih di kawasan Pasar Nongko, tepatnya di simpang Jl. R.M. Said hingga simpang empat bekas Gedung Pemuda Teater atau Jl. M.T. Haryono juga berlaku searah. Sedangkan di Jl. Hasanudin mulai dari simpang tiga Kantor Kelurahan Punggawan atau Jl. Gajahmada hingga simpang Jl. dr. Soepomo berlaku dua arah. Perubahan arah juga terjadi Jl. K.S. Tubun mulai dari simpang empat Polresta sampai simpang tiga Jl. Menteri Supeno diberlakukan searah.

Ari menambahkan, nantinya kendaraan dari Jl. Kalitan menuju Jl. dr. Moewardi akan diarahkan belok ke kiri ke arah Gendengan. Demikian juga pengendara dari Jl. Yosodipuro dari timur menuju simpang APILL Kota Barat wajib belok kiri ke Jl. dr. Moewardi menuju Gendengan  meski dr. Moewardi sampai di selatan perlintasan kereta masih bisa digunakan. “Kalau hendak menuju ke arah barat, tidak dianjurkan belok kanan karena justru akan menemukan kemacetan. Sementara kalau dari arah barat, bisa melalui Jalan Hasanudin, lurus melewati depan Hotel Agas karena media jalan dibongkar,” ujarnya.

Share This
X