Surakarta Kota Cerdas

Pelaksanaan program Kota Cerdas yang getol dilakukan Pemerintah Kota Surakarta dalam mempercepat pelayanan mendapat apresiasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Perguruan Tinggi Negeri tertua di Indonesia ini memberikan empat jenis penghargaan dalam ajang Rating Kota  Cerdas Indonesia (RKCI) 2017.

Penghargaan tersebut diterima Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Kota Surakarta, Ahyani, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, Sri Wardhani Poerbowidjojo serta  Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Yosca Herman Soedradjad di Jakarta, Senin (11/7/2017). “Pak Ahyani yang mewakili menerima penghargaan di Istana Wakil Presiden,” kata kata Kepala Diskominfo SP Surakarta Sri Wardahani.

Empat penghargaan yang diperoleh Kota Surakarta tersebut meliputi penghargaan Rating Ekosistem Kompetitif, Rating Kesiapan Infrastruktur (Infastructur Readiness, Rating Ekosistem Teknologi Finansial, dan Kategori Rating Sosial Cerdas (Smart Social). Keberhasilan Kota Surakarta menyabet penghargaan tersebut tidak terlepas dari pengembangan infrastruktur teknologi yang dilakukan Pemerintah Kota Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta melakukan pengintegrasian berbagai layanan online melalui aplikasi Solo Destination.

Aplikasi berbasis Android yang diluncurkan sejak tiga tahun lalu tersebut kini terus dikembangkan untuk bisa menyediakan segala kebutuhan informasi mengenai Kota Solo. Melalui Solo Destination, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan transportasi, wisata, kuliner dan kesehatan. Selain itu juga layanan pajak, informasi mengenai penerimaan retribusi pasar dan sebagainya. “Terbaru kini masyarakat Solo bisa mengambil nomor antrean periksa di RSUD melalui aplikasi, jadi tak perlu lagi datang subuh-subuh untuk ambil nomor,” kata Dhani panggilan akrab Kepala Diskominfo SP Surakarta ini..

Pemerintah Kota Surakarta juga menyediakan banyak titik hotspot untuk publik juga dianggap positif oleh tim dari ITB sehingga berhak mendapatkan penghargaan untuk kategori Infastructur Readiness. “Mudah-mudahan tahun depan Solo sudah bisa masuk menjadi kategori Rating Kota Cerdas,” kata Wardhani.

Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) merupakan pemetaan terhadap daerah yang melakukan prakarsa untuk bertransformasi menuju Kota Cerdas. Kegiatan diinisiasi Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) Institut Teknologi Bandung sejak bulan Mei hingga Oktober 2017 dimulai dari proses evaluasi, survei hingga validasi data di 93 daerah.

Guru Besar ITB yang juga Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) Suhono Harso Supangkat mengatakan kegiatan RKCI ini  mengenalkan model ukuran kematangan kota cerdas di tanah air. Sejauh mana tingkat kesiapan dalam membangun kota sehingga warganya bisa hidup nyaman, bahagia, sejahtera yang berkelanjutan.

“Dari beragam indikator, kami memetakan kota terbaik berdasarkan ukuran besar, sedang dan kecil; berdasar klasifikasi bidang ekonomi, sosial dan lingkungan serta kategori-kategori lainnya. Beragam klasifikasi ini memungkinkan kota-kota untuk mengetahui kondisi kota dan berkembang sesuai dengan potensi kotanya masing-masing,” jelas Suhono Harso Supangkat.

Klasifikasi untuk kota besar yaitu kota dengan penduduk di atas 1 juta jiwa sebanyak 14 kota; kota sedang yaitu kota dengan penduduk diantara 200 ribu hingga 1 juta jiwa sebanyak 43 kota dan kota kecil yaitu kota dengan penduduk di bawah 200 ribu jiwa sebanyak 36 kota.   “Hasil ini merepresentasikan kota yang paling tinggi dalam mendapatkan benefit dari implementasi kota cerdas.” kata Suhono.

Meski belum sampai pada tataran tertinggi, namun Wali Kota FX Hadi Rudyatmo menilai penghargaan yang diberikan ITB tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap usaha Pemerintah Kota Surakarta untuk terus meningkatkan pelayanan publik. Dikatakannya, sebagai pelayan masyarakat, Kota Surakarta terus berbenah tersebut membuat inovasi-inovasi untuk menjadi kota cerdas. (*)

Share This
X