Tahun Baru Tanpa Kembang Api di Car Free Night

 

Masyarakat Kota Surakarta bakal mendapatkan hiburan gratis dan suasana yang menyenangkan saat malam malam tahun baru 2018. Dinas Pariwisata Kota Surakarta akan menggelar perayaan malam tahun baru di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dalam kemasan Solo Car Free Night (SCFN). Sebanyak 75 gong akan menjadi penanda pergantian tahun 2017 ke 2018 di Kota Surakarta.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Basuki Anggoro Hexa puluhan gong tersebut menjadi pengganti petasan dan kembang api. Dikatakannya, dalam perayaan pergantin tahun baru nanti, petasan dan kembang api dilarang dinyalakan, “Sebagai gantinya pemukulan gong. Kita budayakan sesuai karakteristik kota kita sebagai kota budaya,” ujarnya Kamis (14/12/2017).

Hexa mengatakan penggunaan gong sebagai penanda pergantian tahun merupakan penyesuaian dengan budaya lokal. Menurutnya, di arena CFN, utamanya dari depan Restoran Diamon hingga Gladag akan banyak suguhan hiburan. “Nanti akan didirikan lima panggung yang didirikan mulai dari depan Diamond, Solo Grand Mal (SGM), Plaza Sriwedari, persimpangan Ngarsopuro, serta Bundaran Gladak,” katanya.

Panggung yang berada di persimpangan Ngarsapura bakal menjadi panggung utama. Menjelang detik-detik pergantian akan dilakukan doa bersama dan kemudian tepat pukul 00.00 WIB dilakukan pemukulan gong. “Tokoh masyarakat, pimpinan OPD serta unsur Muspida yang semuanya berbusana Jawa akan memukul gong serentak,” jelas Hexa.

Menurut Hexa Car Free Night pada malam pergantian tahun akan menjadi pesta rakyat Kota Surakarta. Sembari menunggu detik-detik pergantian tahun, warga bakal disuguhi beragam pertunjukkan hiburan.  “Ada pertunjukkan seni tradisional hingga modern, keroncong, macapat, jazz, reggae dan sebagainya,” kata Hexa.

Perayaan malam tahun baru 2018 akan dikonsep dalam bentuk car free night alias malam bebas kendaraan. Mulaih pukul 20.00 WIB, Jalan Slamet Riyadi akan ditutup dari kendaraan bermotor. Persis seperti CFD yang diselenggarkan setiap Ahad pagi, bedanya CFN berlangsung pada malam hari. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Hari Prihatno, pihaknya sudah menyiapkan kantong parkir untuk menampung pengunjung CFN yang hendak merayakan datangnya tahun baru di Surakarta.

“Kantong-kantong parkir kita siapakan di persimpangan jalan menuju Slamet Riyadi yang sengaja kita tutup seperti di Gendengan, Jl. Yos Sudarso, Jl. Gatot Subroto, dan Jl. Honggowongso, Jl. Kebangkitan Nasional, Jl. Teuku Umar, Jl. Kartini, dan kawasan Kantor Pos Gladak.  Kita juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintasnya,” kata Hari.

Menurut Hari, CFD akan dilibutkan selama dua pekan. Selain tanggal 31 Desember karena malamnya akan ada CFN, Dinas Perhubungan juga meniadakan CFD pada tanggal 24 Desember. Dikatakannya, pada tanggal itu diperkirakan arus lalu lintas di Kota Surakarta bakal padat karena bersamaan dengan libur Natal serta libur sekolah.

“Ada banyak momen besar pada dua pekan terakhir Desember 2017. Hari Raya Natal, 25 Desember, nanti jatuh pada Senin, sementara Misa Natal digelar 24 Desember malam. Sedangkan 31 Desember juga bertepatan Minggu dan berbarengan dengan adanya car free night. Kita liburkan dulu CFD tanggal 24 dan 31 Desember,” ujarnya.

Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Ari Wibowo, menambahkan pihaknya sudah mempersiapkan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2018. Dalam hal ini termasuk rekayasa lalin yang kemungkinan bakal diterapkan pada momen yang bertepatan dengan libur sekolah ini. (***)

Share This
X