Surakarta Dinobatkan sebagai Pemerintahan Daerah Inovatif

Pemerintah Kota Surakarta menjadi salah satu kota paling inovatif di Indonesia yang mendapat predikat sebagai Pemerintah Daerah Inovatif sepanjang tahun 2017 ini. Bersama dengan sembilan kota lainnya, Kota Surakarta, diganjar penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2017 dari Kementerian Dalam Negeri atas inovasi yang dilakukan dalam memberikan pelayanan publik.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan tersebut kepada Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Senin (18/12/2017) malam di Hotel Sahid Jakarta. IGA 2017 merupakan apresiasi pemerintah pusat yang diinsiasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri terhadap daerah yang terbukti telah melakukan perubahan dengan inovasi-inovasinya berkaitan dengan pelayanan publik.

“Penilaian kepada kepala daerah ini yang nilai bukan dari Kemendagri, tetapi ada tim dari LIPI, IPDN, UI dan lain-lain. IGA 2017 merupakan bentuk penghargaan kepada para kepala daerah yang inovatif. mereka yang selama ini serius melaksanakan program strategis pemerintah pusat,” kata Menteri Tjahjo saat memberikan sambutan dalam Malam Penganugerahan Innovative Government Award 2017.

Menurut Menteri Tjahjo, selain melakukan inovasi, penghargaan tersebut juga sebagai apresiasi terhadap kepala daerah yang yang bisa memberikan keteladanan kepemimpinan, mampu menggerakkan dan mengorganisir masyarakat sehingga mampu mensukseskan program pembangunan. Tjahjo mengatakan IGA 2017, memang diberikan hanya kepada beberapa daerah saja.  Namun  dia berharap daerah yang belum mendapat penghargaan bisa terpacu, sehingga prestasinya bisa lebih baik. ” Mudah-mudahan tahun ini akan bisa menambah semangat untuk teman-teman yang lain,”katanya.

Ada tiga hal utama yang dinilai dalam IGA 2017 yakni aspek kuantitas, aspek kualitas, dan aspek manfaat. Masing-masing aspek tersebut kemudian diperinci dalam lima kriteria terkait dengan inovasi daerah. Lima kriteria tersebut adalah mengandung pembaharuan seluruh atau sebagian unsur dari inovasi.  Kemudian memberi manfaat bagi daerah atau masyarakat. Kriteria lain inovasi tersebut tidak mengakibatkan pembebanan atau pembatasan pada masyarakat serta merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan kriteria selanjutnya inovasi tersebut dapat direplikasi.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo mengatakan sejumlah inovasi yang dibuat di Kota Surakarta selama ini memang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan. Selama tahun 2017, inovasi yang dikembangkan di antaranya adalah Besuk Kiamat, pelayanan administrasi kependudukan berupa penerbitan akta kematian yang dibarengkan dengan KTP dan KK ahli waris. Selain itu juga ada e-pajak dan e-retribusi. “Apapun inovasi yang dibuat, nomor satu adalah bagaimana agar warga mendapat kemudahan dalam mengakses pelayanan,” kata wali kota.

Selain kemudahan akses bagi warga untuk mendapatkan pelayanan, inovasi sebenarnya juga memudahkan ASN dalam memberikan pelayanan. Tidak hanya itu, inovasi-inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kota Surakarta juga meningkatkan akuntablitas karena menjadi lebih transparan. “Misalnya e-pajak dan e–retribusi itu membuat pendapatan yang diterima Pemkot bisa diketahui secara transparan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bukti keseriusan Pemerintah Kota Surakarta dalam melakukan inovasi, belum lama ini diselenggarakan Konvensi Inovasi Kota Surakarta dengan menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN). Sebanyak Seratusan lebih program inovasi bermunculan dan sebagian besar kemudian diterapkan di setiap OPD.  Wali Kota Rudyatmo berkomitmen untuk menjadikan konvensi tersebut sebagai agenda rutin tahun guna mendorong kemunculan inovasi-inovasi baru. “Paling tidak satu OPD satu inovasi setiap tahunnya,” kata wali kota.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan,  Kementerian Dalam Negeri, Dodi Riyatmadji, mengatakan pelaksanaan IGA tahun ini,  melalui serangkaian tahapan, mulai dari penjaringan profil inovasi daerah pada bulan Agustus.  Kemudian dilanjutkan dengan verifikasi profil bulan September, validasi pada Oktober-November melalui presentasi kepala daerah dan temuan lapangan, dan pemberian penghargaan Innovative Government Award pada bulan Desember tahun 2017.

Kementerian Dalam Negeri menunjuk tujuh pakar menjadi tim penilai  Muchlis Hamdi,  Firmanzah, Kris Budihardjo,  Aat Surya Safaat,  Robertus Naendi Jaweng, dan Margaretha Ari Anggorowati dengan ketua tim Profesor Siti Zuhro, ,” kata Dodi. Hasilnya, 3 Gubernur, 10  Bupati dan 10 Walikota mendapat predikat Pemerintah Daerah Inovatif.

Ketiga provinsi yang mendapat predikat Pemerintah Daerah Inovatif, adalah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Sementara 10 kabupaten yang meraih predikat yang sama yakni   Kabupaten Lebak, Madiun, Malang, Gresik, Sleman, Boyolali, Bogor, Musi Rawas, Bantaeng, dan Pinrang.  Untuk tingkat kota, selain Kota Surakarta, kota yang mendapatkan predikat serupa adalah Kota Tangerang Selatan, Surabaya, Surakarta, Probolinggo, Magelang, Yogyakarta, Makasar, Pontianak, Sawahlunto, dan Bontang.

Infografis
Innovative Government Award (IGA) 2017
Inisiator: Baltibang Kementerian Dalam Negeri
Aspek yang dinilai: aspek kuantitas, aspek kualitas, dan aspek manfaat program/kebijakan yang dibuat Pemerintah Daerah
Kriteria penilaian:
Mengandung pembaharuan
1.    Memberi manfaat bagi daerah atau masyarakat
2.    Tidak mengakibatkan pembebanan atau pembatasan pada masyarakat
3.    Merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah
4.    Dapat direplikasi.
Tim Penilai: LIPI, Perguruan Tinggi dan NGO: Siti Zuhro, Muchlis Hamdi,  Firmanzah, Kris Budihardjo,  Aat Surya Safaat,  Robertus Naendi Jaweng, dan Margaretha Ari Anggorowati

Pemenang IGA Award 2017
Tingkat Provinsi: Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan
Tingkat Kota: Kota Surakarta Kota Tangerang Selatan, Surabaya, Surakarta, Probolinggo, Magelang, Yogyakarta, Makasar, Pontianak, Sawahlunto, dan Bontang.
Tingkat Kabupaten: Kabupaten Lebak, Madiun, Malang, Gresik, Sleman, Boyolali, Bogor, Musi Rawas, Bantaeng, dan Pinrang

Share This