Komunitas Ayam Ketawa Solo Gelar Pameran Rutin di Solo Car Free Day 2018

Solo Car Free Day (CFD) kali ini diramaikan dengan kokok ayam yang sangat panjang, berasal dari Ayam Ketawa yang dibawa menggunakan kendaraan roda tiga ke area CFD. Komunitas Ayam Ketawa Surakarta memamerkan ayam-ayam kontes pada Minggu 7 Januari 2018 di Jalan Slamet Riyadi depan Graha Wisata Niaga Surakarta.

 

Acara ini rutin diadakan setiap hari Minggu di dua tempat, yakni Solo Car Free Day dan kelurahan Sangkrah. Menurut Humas Komunitas Ayam Ketawa Surakarta, Hari Awan menjelaskan kehadiran komunitas ini merupakan salah satu upaya melestarikan fauna endemik Indonesia yaitu ayam ketawa.

 

Hari menjelaskan ayam ketawa merupakan ayam asli Indonesia yang berasal dari Sulawesi khusunya daerah Sidrap. “Sejarahnya, ayam ini merupakan klangenan para raja, tidak semua kalangan bisa beternak seperti sekarang ini, namun karena perkembangan zaman ayam ini mulai menyebar ke seluruh Indonesia.” ungkap Hari.

 

Ayam Ketawa memiliki berbagai macam tipe suara, ada yang slow, gretek, disko, dan bahkan dangdut. Menurut Hari harga satu ekor ayam ketawa ini bisa mencapai harga satu buah mobil, dengan tipe-tipe suara tertentu, misalnya kokoknya tipe gretek power harus terlihat dan angkatan harus kuat, tipe dangdut minimal kokok harus 8 ketuk, sedangkan tipe slow minimal 4 ketuk.

 

Komunitas yang berdiri sejak tahun 2014 ini diharapkan bisa melahirkan ayam-ayam berkualitas kontes, tidak hanya untuk ayam peliharaan saja namun melahirkan ayam kontes berkualitas di Solo dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kota Solo. Rencananya Komunitas Ayam Ketawa Surakarta akan menghelat event berskala nasional pada tanggal 21 Januari 2018 mendatang. Acara tersebut akan dihadiri peserta dari luar Jawa seperti Bali, Sulawesi, Sumatera, dsb. Bertempat di AUB Surakarta Kontes Nasional dan Bursa Ayam Hias tersebut bertujuan untuk merangkul pecinta ayam hias agar bisa memamerkan maupun menjual segala macam ayam hias.

Share This