Kunjungan Wisatawan ke Solo Terus Meningkat

KUNJUNGAN WISATAWAN MENINGKAT--Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) menjadi salah satu destinasi jujukan para wisatawan saat berkunjung ke Kota Solo.

Kota Solo dikenal dengan kekayaan budaya yang kental, gudang cerita roman dan warisan leluhur yang terkonservasi dengan baik. Kota yang terkenal dengan julukan Kota Bengawan ini, berubah menjadi kota dengan magnet wisata yang cukup kuat. Lokasinya yang tak jauh dari Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang, menjadikan Solo masuk ke dalam jajaran kota strategis di provinsinya. Infrastruktur yang berkelas internasional seperti bandar udara, stasiun, hingga terminal, begitu memudahkan siapa pun yang akan berkunjung ke kota asal Presiden Joko Widodo ini.

Begitu masuk ke Kota Solo, Anda akan disambut dengan keramaian dan gambaran warga yang seakan tak ada hentinya beraktivitas. Walau di penghujung hari, di beberapa sudut kota, akan Anda temui wajah Solo yang tidak pernah mati. Inilah cerminan pertumbuhan Kota Solo yang identik dengan pariwisata. Menelusuri jejak tradisi bisa menjadi salah satu destinasi wisata di kota ini. Beragam peninggalan nenek moyang yang masih kokoh hingga sekarang, berhasil disulap menjadi platform Solo dalam menjual slogannya sebagai kota budaya.

Peningkatan arus wisatawan mengindikasikan bahwa Solo telah menjadi tempat pilihan untuk berwisata. Realita tersebut mengharuskan pemerintah kota Solo untuk mengembangkan sektor pariwisata secara terkonsep dengan berbasis pada kekuatan dan potensi yang dimiliki Kota Solo. Solo merupakan sebuah kota yang mempunyai latar belakang kota kerajaan dengan dua keraton di dalamnya, Solo tidak mempunyai potensi daya tarik wisata alam, tetapi Solo terkenal dengan keramah tamahan penduduk serta budaya aslinya.

Kamis (11/01) Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Solo, Iis Purwaningsih mengatakan, saat ini ada beberapa upaya yang kami lakukan, salah satunya terus menambah destinasi wisata. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta merencanakan menambah destinasi wisata baru. Hal ini dilakukan untuk memenuhi target jumlah kunjungan wisatawan.  Pemkot Surakarta menargetkan sebanyak 5.435.000 wisatawan baik asing maupun domestik yang berkunjung ke Kota Solo di tahun 2021.

“Salah satu destinasi wisata terbaru Taman Lampion dan air mancur menari di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang belum lama ini diresmikan oleh Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo”, ungkap Iis. Menurut dia, sejauh ini sudah terlihat adanya kenaikan jumlah wisatawan baik asing maupun domestik. Berdasarkan data, jumlah wisatawan asing selama tahun 2017 sebanyak 76.454 wisatawan, sedangkan domestik sebanyak 4.383.430 wisatawan. “Artinya total jumlah wisatawan pada tahun lalu yang masuk ke Solo sebanyak 4.459.884 wisatawan”, imbuhnya.

Untuk objek wisata, hingga saat ini ada delapan destinasi yang menjadi unggulan Kota Solo, yaitu Museum Keris, Museum Radya Pustaka, Museum Batik Danar Hadi, Pertunjukan Wayang Orang, Pura Mangkunegaran, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, TSTJ, dan Taman Balekambang. Secara keseluruhan realisasi jumlah wisatawan tahun lalu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Pariwisata Kota Surakarta mencatat jumlah wisatawan di tahun 2016 mencapai 4.395.550 wisatawan. “Angka ini juga kembali meningkat jika dibandingkan dengan realisasi jumlah wisatawan di tahun 2015 yang mencapai 4.142.785 wisatawan”, Iis menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This