Begini Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Pembangunan Overpass Manahan

Jadwal pembangunan overpass Manahan semakin mendekat, segala persiapan untuk menunjang kelancaran pembangunan pun juga sudah mulai dilakukan. Salah satu hal yang penting dan mendesak adalah rekayasa lalu lintas. Kabar baiknya, saat ini Dinas Perhubungan Kota Surakarta telah mengeluarkan rencana simulasi rekayasa lalu lintas sebelum proyek pembangunan overpass ini resmi dimulai.

Mari kita catat bersama, selama 3 hari, mulai hari Senin (12/04/2018) sampai dengan hari Rabu (14/02/2018), perlintasan kereta api di Jalan Dr. Moewardi, Manahan DITUTUP TOTAL. Masyarakat yang hendak melewati ruas tersebut diminta untuk melalui jalur alternatif yang disiapkan.

Dishub merencanakan akan menggelar sosialisasi simulasi rekayasa lalu lintas pembangunan overpass manahan selama dua minggu  kepada masyarakat tentang terhitung mulai hari Senin (26/02/2018) sampai dengan Minggu (11/03/2018).  Pengumuman juga telah dibuat, baik berupa spanduk, kabar daring, ataupun sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno pada Jumat (23/02) mengatakan, rencananya simulasi dilaksanakan 3 hari, yang dahulu (jilid pertama, bulan Oktober) hanya sehari dinilai kurang bisa memberi pemahaman ke masyarakat, maka dari itu, untuk simulasi jilid kedua ini direncanakan berlangsung selama tiga hari. Dengan waktu yang lumayan panjang ini, Dishub mendorong masyarakat memprediksi sendiri kira-kira jalan alternatif mana yang paling tepat dipilih dan jam berapa harus berangkat dari rumah supaya bisa tiba di lokasi tujuan tepat waktu. “Dua minggu itu termasuk lama, jadi nggak ada alasan nggak tau buat warga Solo,” imbuhnya.

Kabar baik lainnya, pembangunan overpass ini akan dimulai pada tanggal 19 Maret mendatang.

Hari Prihatno memperkirakan beberapa titik bakal macet selama simulasi. Titik tersebut antara lain Pasar Nongko, Stasiun Purwosari dan persimpangan Masjid Sholihin. “Ketika perlintasan sebidang Manahan ditutup, masyarakat pasti mencari perlintasan sebidang lain. Yang paling dekat di Pasar Nongko dan Stasiun Purwosari,” ujarnya.

Secara garis besar skema rekayasa lalu lintas jilid kedua ini tidak jauh berbeda dengan skema rekayasa lalu lintas yang pernah tahap pertama. Namun, pada simulasi jilid kedua ini telah melalui penyempurnaan, berdasarkan evaluasi dan masukkan dari masyarakat pada simulasi pertama lalu. Dishub sendiri juga telah melakukan pertemuan dengan beberapa pihak sebelum berjalannya proyek ini, diantaranya dari PT KAI, Kontraktor Overpass , Dinas PUPR, Satker PJN II Jaten, perwakilan dari kecamatan dan kelurahan daerah yang terkena dampak pembangunan.

Selama simulasi nanti Perlintasan Manahan akan ditutup total, jalan Slamet Riyadi dari arah gendengan menuju ke arah Purwosari berlaku dua arah. Jalan Dr. Rajiman berlaku dua arah. Jalan Dr. Moewardi dari arah Agas hingga Masjid Kota Barat steril dari parkir. Di Jalan Supeno parkir kendaraan roda dua ditempatkan di jalur lambat. Jalan KS Tubun (Polresta) berlaku satu arah ke utara. Sedangkan untuk yang melewati rute Pasar Nongko, yang pertama Jalan Hasanudin dari arah Pasar Nongko menuju Jalan Cipto Mangunkusumo berlaku satu arah ke barat. Jalan Hasanudin dari Pasar Nongko ke arah Kelurahan Punggawan berlaku 1 arah 24 jam. Jalan R.M Said dari Pasar Nongko ke arah MT. Haryono berlaku dua arah (Di pintu kereta api dari barat dilarang belok kanan, di pertigaan Sambeng dari timur dilarang belok ke kanan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This