Di Balekambang Burung-burung Bersenandung

LOMBA BURUNG BERKICAU--Peserta saat mendampingi burung peliharaan miliknya yang diikutsertakan pada Lomba Burung Berkicau 2018 di Taman Balekambang, Minggu (25/2/2018).

Matahari baru saja datang, sinarnya menerobos daun dan ranting pohon raksasa di Taman Balekambang. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, namun kabut masih nampak tipis-tipis, membuat suasana pagi syahdu sekali. Suasana ini semakin sempurna manakala sayup suara kicauan burung terdengar bersahut-sahutan. Area taman pun masih sepi pengunjung. Terlihat para pedagang makanan menyusun dagangannya di bawah tenda yang berdiri di sepanjang jalur pejalan kaki. Ditengah taman sudah berdiri dua buah tenda, di salah satu tenda yang paling besar telah dipasangi pagar yang mengitari tenda dengan beberapa kursi didalamnya. Sementara di tenda yang lebih kecil, nampak beberapa orang sibuk menyusun kursi dan meja, beberapa orang lainnya sedang menata piala.

Hari ini Taman Balekambang menjadi saksi berlangsungnya gelaran Lomba Kicau Burung Solo Kota Budaya ke-10, Minggu (25/02). IKPBS atau Ikatan Keluarga Pedagang Burung Surakarta berkerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta menggelar lomba besar tingkat Nasional untuk memperingati hari jadi Kota Solo ke-273, yang sekaligus menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan. Dengan mulai hadirnya kicau mania dari berbagai daerah, semakin menambah keramaian taman kota pagi hari ini.
Taman Balekambang dipilih karena lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau para peserta, baik dari dalam maupun luar kota. Selain itu panitia juga ingin mempromosikan Taman Balekambang sebagai tempat wisata yang pas untuk keluarga. Ketua Pelaksana lomba, Suwarjono mengatakan, Festival dan Lomba Burung Solo Kota Budaya ini sebagai bentuk lain sosialisasi gelar Solo Kota Budaya. “Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bentuk sosialisasi Solo sebagai Kota Budaya bisa dari sisi mana saja, termasuk lewat festival dan lomba burung ini”, imbuh Suwarjono.
Acara ini sedianya dibuka langsung oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, namun karena berhalangan hadir, sambutan dari FX Rudy diwakili oleh Asisten Pengembangan Ekonomi, Triyana. Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan bahwa Pemkot sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini, acara yang berpotensi menjadi opsi lain wisata di Kota Solo. Jika digeluti dengan serius hobi burung ini akan mendatangkan manfaat ekonomi bagi banyak kalangan, tidak hanya pehobi burung saja, tetapi juga para pedagang kelengkapannya. Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagiyo, berpendapat bahwa dampak langsung dari acara ini adalah terjaganya kelestarian burung domestik, sementara untuk dampak tidak langsungnya bisa dirasakan oleh banyak pihak diantaranya pedagang sangkar burung, pedagang pakan burung, pedagang vitamin dan lain-lain.
Gelaran Lomba Kicau Burung Solo Kota Budaya ke-10 ini diikuti oleh 800 peserta dari berbagai daerah. Suwarjono mengatakan, diantara peserta yang hadir ada dari daerah Bali, Madura, Lampung, Samarinda, Jateng, DIY, Jatim, Jabar dan DKI Jakarta. Ada 6 kategori dan 27 kelas burung yang dilombakan kali ini, yakni Kategori Kota Budaya (Muray Batu, Cucak Hijau, Love Bird), Berseri (Muray Batu, Cucak Hijau, Love Bird a-B), Miltih (Love Bird a-B, Kenari Std Umum, Kenari Std Kecil, Kacer, Cendet, Love Bird Paud, Branjangan), Bio Kroto (Love Bird, Anis Merah, Kenari Std Umum, Kenari Std Kecil, Cendet, Love Bird Paud a-B, Branjangan), Ronggolawe (Love Bird, Love Bird Paud, Kacer, Pleci Dukun a-B-C), Ebod Jaya (Muray Batu, Love Bird). Tiket di ajang ini dibuka dengan harga Rp250.000, Rp100.000, Rp80.000, Rp60.000, Rp40.000 dan kelas sangkar wajib (khusus) Rp70.000. Untuk tiket tertinggi bakal diganjar dengan hadiah Rp 4 juta bagi yang sukses meraih podium satu, selain itu para pemenang juga akan mendapat piala dan juga sertifikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This