BPBD Kota Surakarta Raih Penghargaan Terbaik

Akhir-akhir ini, hadirnya musim penghujan berpotensi terhadap peningkatan kasus bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah NKRI. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) adalah ujung tombak dalam menanggulangi bencana yang terjadi di suatu daerah. BPBD dituntut untuk selalu aktif, tanggap dan responsif dalam menyikapi setiap bencana yang terjadi. Untuk mewujudkannya dibutuhkan koordinasi dan juga kerjasama dari berbagai pihak baik dari pusat maupun daerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Rapat Kerja Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2018 di Convention Nusadua, Bali. Dengan mengambil tema “BNPB – BPBD Bekerja Untuk Rakyat”. Rakernas ini berlangsung dari hari Selasa, 20 Februari 2018 hingga Jumat, 23 Februari 2018. Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Ir. Harmensyah, Dipl.SE, MM, melalui sambutannya mengatakan undangan yang hadir berjumlah 3.000 peserta terdiri dari Kepala Daerah, Sekretaris Daerah, Kepala BAPPEDA, Kepala Pelaksana BPBD dan jajarannya di seluruh Indonesia, Tenaga Ahli dan Staf Lingkungan BNPB.

Di pengujung acara Rapat Kerja Nasional Penanggulangan Bencana 2018, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menganugerahkan piagam penghargaan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terbaik. Penghargaan diberikan dengan beberapa kategori. Kategori tersebut meliputi BPBD Wilayah 1, 2 dan 3 di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Untuk penghargaan tahun ini sedikit berbeda, jika tahun lalu penghargaan diberikan hanya kepada BPBD terbaik tingkat provinsi, untuk tahun ini bertambah hingga tingkat BPBD Kabupaten/Kota.

Ada kabar gembira bagi jajaran BPBD Kota Surakarta. Pada ajang penghargaan tersebut BPBD Surakarta menjadi salah satu dari tiga BPBD kabupaten/kota terbaik di wilayah 2 yang menerima penghargaan. BPBD Kota Surakarta menempati posisi ke-3 dibawah Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Peralatan dan Logistik BNPB,  Rudi Phadmanto, kepada Kepala Harian BPBD Kota Surakarta Eko Prajudhy Noor Aly

Ditemui setelah acara, Eko menjelaskan ada tiga penilaian dalam penghargaan ini, diantaranya keaktifan laporan daerah (baik kepada provinsi maupun pusat) yang dilakukan dua kali sehari, Kesiapsiagaan dalam menghadapi atau menanggulangi bencana dan kesiapsiagaan logistik. “Setelah mendapatkan penghargaan ini minimal kita harus mempertahankan dan kedua kita harus meningkatkan kinerja kita lebih dari yang lalu,” imbuh Eko.

Tak ingin berpuas dengan penghargaan, Eko mengatakan saat ini BPBD Surakarta akan menggelar program Latihan SAR Water Rescue yang rutin dilakukan setiap satu tahun sekali. Untuk tahun 2018 ini direncanakan digelar pada akhir Maret atau awal April. Selain itu BPBD juga akan berkunjung ke kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Surakarta untuk memasyarakatkan program penanggulangan bencana. Tujuannya, jika nanti sewaktu-waktu terjadi bencana, maka masyarakat, baik OPD maupun relawan bisa aktif untuk menangani terlebih dahulu, sambil menunggu bantuan dari BPBD.

“BPBD juga mengimbau kepada warga, khususnya yang tinggal berdekatan dengan bantaran sungai untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan dengan cara tidak membuang sampah ke sungai dan juga bagi seluruh warga Kota Solo untuk ikut menjaga lingkungannya, contohnya dengan cara membersihkan selokan, walaupun kecil, tapi hal tersebut dapat meminimalisir resiko terjadi nya bencana,” kata Eko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This