Persatuan Dalam Keragaman di Perayaan Imlek 2569

PERAYAAN IMLEK BERSAMA--Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo dan Wakil Walikota, Achmad Purnomo saat menghadiri acara Perayaan Imlek Bersama 2018 bertema "Persatuan dan Keragaman" di Pendapi Gede Balaikota Surakarta, Jumat (2/3/2018) malam.

Bertempat di Pendapi Balai Kota, Jumat (02/03) kemeriahan acara Tahun Baru  Imlek 2569 terus berlanjut, dengan mengangkat tema Persatuan Dalam Keragaman, panitia mengadakan acara Imlek bersama. Pukul 18.00 WIB para tamu undangan mulai berdatangan, antrian registrasi undangan pun semakin mengular. Sementara di dalam pendapi berbagai macam pertunjukan telah di pentaskan. Dengan berkemeja merah Wali Kota Surakarta memasuki pelataran Pendapi Balai Kota sekitar pukul 19.00 WIB, turut pula perwakilan Muspida. Kehadiran rombongan Wali Kota langsung disambut dengan penampilan 5 barongsai, 5 barongsai ini merupakan simbolisasi Pancasila.

Festival Imlek di Kota Solo dari tahun ke tahun semakin ramai menyedot pengunjung. Tidak hanya etnis Tionghoa, masyarakat umum juga mengapresiasi dan berpartisipasi dalam agenda tahunan yang selalu menghadirkan warna-warni lampion di kota ini. Seperti tidak ada sekat lagi, semua warga mencair, tumpah ruah memenuhi lokasi penyelenggaraan festival ini. Bahkan Perayaan Festival Imlek di Kota Solo juga mulai menjadi destinasi wisatawan lokal, selain Festival Jenang dan Solo Batik Carnival. Semuanya gratis, pengunjung hanya cukup bermodal kamera dan tongsis jika ingin mengabadikan momen ini.

F.X. Rudy menjelaskan bahwa masyarakat Kota Solo sangat positif menanggapi rangkaian acara dalam rangka menyambut perayaan Imlek. “Ini merupakan salah satu kebahagiaan kita bersama. Kenapa? Karena mulai pelaksanaan Grebeg Sudiro sampai dengan pemasangan lampion, listrik dihidupkan sampai jam 11 malam warga menanggapinya positif. Ini yang membuat kita bahagia,” ungkap Rudy. Bahkan menurut Rudy ada beberapa warga dari luar kota yang protes terkait lampu lampion yang dihidupkan hanya sampai pukul 23.00. “Ada yang datang ke saya, dia bilang dari luar kota, perlu waktu buat sampai Solo, yasudah untuk menanngapi permintaan warga saya perpanjang sampai jam 01.00,” lanjut Rudy.

Dampak positif Festival tahun baru Imlek ke-2569, tidak hanya dirasakan warga yang berwisata ke lokasi Lampion Imlek, namun juga dirasakan para pedagang dan juru parkir yang berada disekitar lokasi tersebut. “Saya itu kalau mau tidur, Saya sempatkan buka-buka WA, kebetulan ada yang mengucapkan; Pak matur nuwun, dagangan kulo telas, bathi kulo dua kali lipat (Pak terima kasih dagangan Saya habis, untung Saya dua kali lipat). Ada juga dari juru parkir yang WA Saya, Pak matur nuwun nggih Pak Kulo angsal parkiran mboten setor teng Pemkot (Pak, terima kasih, Saya narik parkir tapi tidak ditarik setoran pemkot),” cerita Rudy. Memang pada saat Festival Imlek Pemkot tidak menarik retribusi ke juru parkir, karena memang tidak terdaftar. Hanya Rudy berpesan kepada juru parkir agar tidak menaikan harga parkir lebih dari tarif parkir normal.

Rudy menyampaikan, seperti inilah yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saling menghargai antar sesama, selain itu Kota Solo adalah kota majemuk yang harus di rawat dan dijaga. Dia menilai rakyat Kota Solo harusnya berbangga, karena sampai hari ini telah berhasil menjaga itu semua. Tidak mengherankan kalau Kota Solo dianugerahi sebagai kota ternyaman di Indonesia. “Penghargaan ini bukan karena keberhasilan Saya dan Pak Pur saja, tidak. Ini merupakan keberhasilan warga masyarakat Kota Solo bersama jajaran Pemerintah Kota Surakarta dalam memelihara kemajemukan,” jelas Rudy. Dia berharap hal-hal seperti ini bisa disebarkan ke daerah lain, agar nantinya banyak orang yang tertarik datang ke Solo, harapannya agar perekonomian warga  Kota Solo semakin meningkat.

Sebelumnya telah digelar beberapa rangkaian acara menyambut tahun baru Imlek 2569, diantaranya, Solo Imlek Fair 2018 yang digelar di Benteng Vastenburg selama lima hari, mulai 10-15 Februari 2018. Grebeg Sudiro, puncak karnaval kesenian budaya Jawa dengan Tionghoa pada, Minggu (11/02), berlangsung di sepanjang Jalan Sudiroprajan, mulai pukul 14.00 WIB. Lomba Jurnalistik Imlek Khusus wartawan, fotografer, dan video maker. Puncak Acara Imlek sendiri digelar meriah pada 15 Februari 2018 bertempat di sekitar Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede, dimeriahkan dengan penyalaan lampu sorot warna-warni. Selain itu ada juga pemasangan 5000 lampu lampion diseputar Pasar Gede.

Share This
X