Hari Pertama MRLL Overpass Manahan Relatif Lancar

UJI COBA MRLL--Petugas saat mengatur arus lalu lintas saat hari pertama uji coba Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) flyover Manahan di kawasan Kottabarat, Senin (12/3/2018).

Keberadaan overpass Manahan yang dibutuhkan masyarakat Surakarta akan segera terwujud. Overpass Manahan salah satu solusi lalu lintas Kota Solo yang semakin berkembang pesat, juga menjawab tantangan keberadaan perlintasan sebidang. Menilik ke balakang, proyek kerja sama antara pemerintah daerah dan  pemerintah pusat ini direncanakan akan memakan waktu 8 bulan dalam pengerjaaannya. Memang relatif tidak terlalu lama, namun mengingat keberadaan lokasi proyek tepat berada di tengah kota serta menjadi salah satu jalan penghubung antara kawasan Solo Selatan dan Solo Utara, perlu ketelitian serta sinergi dalam menerapkan rekayasa lalu lintas antar stakeholder yakni pemerintah daerah dan juga kepolisian.

Terkait pembangunan Overpass Manahan, Pemerintah Kota Surakarta melalui Dishub Kota Surakarta telah menyusun Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) merujuk pada UU No. 22 Th. 2009 tentang LLAJ pasal 1 angka 29. MRLL ini diuji cobakan selama 7 hari sebelum pembangunan Overpass Manahan resmi berjalan. Sebelum masuk masa uji coba, Dishub Kota Surakarta telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat selama hampir 2 minggu, dengan durasi sosialisasi yang lama ini diharapkan warga Solo akan memiliki waktu lebih untuk beradaptasi serta menyiapkan langkah antisipasi secara pribadi.

Senin (12/03) uji coba penerapan MRLL pun dimulai. Sejak pukul 05.00 puluhan anggota Dishub Kota Surakarta dibantu pihak kepolisian telah bersiaga di titik-titik yang langsung terkena dampak pembangunan ini. Para petugas ini akan membantu mengarahkan masyarakat mengenai rute yang harus diambil ketika diberlakukan pengalihan arus. Keberadaan para petugas saat hari pertama disiagakan hingga pukul 12.00. “Kita coba nanti hari ini pagi sampai jam 12 siang, habis jam 12 kita standby di kantor kita evaluasi lagi nanti,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno, ketika ditemui saat mengawasi pengalihan arus di Jalan Dr. Moewardi.

Dinas Perhubungan memprediksi kepadatan arus kendaraan bermotor akan terjadi pada pukul 06.15 – 08.30 WIB. Dari pantauan secara langsung di Jalan Dr. Moewardi yang menjadi titik utama pembangunan overpass, keramaian sudah nampak mulai pukul 06.00  dengan didominasi siswa sekolah dan masuk puncaknya pada pukul 07.00 – 07.30. Setelah pukul 08.00 kepadatan disekitar Jalan Dr. Moewardi mulai berkurang dan cenderung lengang.

Penutupan Perlintasan Sebidang Manahan membuat masyarakat mencari rute lain untuk mencapai tujuan, secara alamiah mereka pasti akan mencari rute terdekat dari Perlintasan Manahan. Ada dua titik yang menjadi favorit warga pagi itu, salah satunya di kawasan Pasar Nongko. Beberapa Petugas Dishub dan juga kepolisian telah bersiaga di lokasi ini, karena di Pasar Nongko terdapat dua pertemuan arus yakni dari Jalan Hasanudin dan dari Jalan R.M. Said, serta kondisi jalan yang menyempit membuat laju kendaraan melambat.

Dari Perlintasan Sebidang Pasar Nongko menuju ke barat, sedikit ada kepadatan di seputar traffic light. Di Jalan M.T. Haryono ke selatan arah SMPN 1 arus lalu lintas terpantau lancar. Hal yang sama juga terjadi di Jalan Adi Sucipto, aktivitas di jalan tersebut sangat lancar sampai dengan Perempatan Manahan.

Kepadatan kembali mulai nampak di Jalan Samratulangi setelah Indomaret sampai dengan Taman Kota. Petugas terlihat berjaga di pertigaan depan Indomaret Samratulangi untuk memecah kepadatan arus kendaraan, salah satunya dengan diarahkan ke Jalan M.H. Thamrin. Dari traffic light Kerten ke arah Purwosari kondisi juga padat kendaraan, namun setelah Bundaran Purwosari ke timur lalu lintas kembali normal. Sedangkan dari arah Jalan Agus Salim ke utara arah Bundaran Purwosari, terpantau ada pelambatan laju kendaraan hingga arah Jalan Slamet Riyadi ke barat atau sampai dengan depan Solo Square.

Perlu diketahui di pertigaan traffic light depan RS Panti Waluyo diterapkan penutupan persimpangan secara situasional dari arah Purwosari ke utara arah Perempatan Manahan, hal ini dilakukan petugas untuk menghindari penumpukan kendaraan di Perlintasan Sebidang Purwosari. Ketika persimpangan ini ditutup pengendara dari arah Purwosari yang akan ke utara harus ke barat terlebih dahulu sampai dengan pertigaan Faroka baru bisa ke utara.

Kondisi di Pertigaan Gilingan sangat berbeda dengan simulasi pertama tahun lalu, kondisinya pada Senin (12/03) pagi terpantau lancar, hanya terlihat kepadatan kendaraan di sekitar Perlintasan Sebidang Balapan. Untuk di Jalan Dr. Radjiman dari arah Pasar Jongke ke Arah Baron yang diberlakukan contra flow kondisinya terpantau lancar, sehingga bagi masyarakat dari arah Kartasura yang ingin mengarah ke timur, bisa memanfaatkan jalan ini untuk menghindari penumpukan di Kerten dan Purwosari. Hal yang sama juga terjadi di Perempatan Gendengan ke barat, lalu lintas sangat lancar.

Untuk pantauan kondisi lalu lintas di sore hari. Kepadatan juga masih terjadi di titik yang sama seperti pagi hari, yakni di Perempatan Kerten, Jalan Samratulangi, Taman Kota Kerten, Pasar Nongko, Perempatan Eks Pemuda Titer (Perempatan Kelurahan Mangkubumen) dan Perlintasan Sebidang Balapan. Namun kepadatan kendaraan ini tidak seperti pagi hari, mengingat ketika pagi jadwal masuk antara siswa sekolah, dan pekerja sangat tipis.

Sementara Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Surakarta, Ari Wibowo, ketika ditemui di ruangannya mengatakan, arus lalu lintas cukup padat di hari pertama pelaksanaan uji coba Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) pembangunan Overpass Manahan. “Kepadatan terjadi di jam sekolah, namun sepertinya sudah banyak yang mengikuti imbauan dari kami, sehingga banyak diantara warga berangkat aktivitas lebih awal. Walaupun begitu masih ada satu dua warga yang masih bertanya kenapa ada penutupan jalan,” terang Ari.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Surakarta, Mudo Prayitno menerangkan, Dishub telah melakukan evaluasi terkait simulasi hari ini. Evaluasi tersebut digunakan untuk simulasi hari kedua dan seterusnya, hingga 19 Maret saat Overpass Manahan dimulai. Seperti pemasangan rambu tambahan, baik yang permanen maupun menggunakan MMT.  “Kita akan melengkapi rambu yang sudah ada di sejumlah lokasi, agar warga tahu rute mana yang harus diambil untuk mencapai tujuannya terkait dampak pembangunan ini,” ungkap dia. Selain itu evaluasi dilakukan agar uji coba semakin siap hingga pembangunan overpass selama delapan bulan ke depan.

Dirinya berharap kepada masyarakat, mulai besok untuk sudah mengatur jam keberangkatan serta perkiraan berapa lama perjalanannya, kemudian masyarakat juga diimbau menentukan rute dan juga moda transportasinya atau jenis kendaraan. “Kalau dia memakai mobil pastinya akan membutuhkan waktu yang lebih dari biasanya,” tutupnya.

Share This