Pre-Event Festival Jenang Solo 2017

Minggu 12 Februari 2017 bertempat di Koridor Ngarsopuro Kota Surakarta, Pre-Event Festival Jenang Solo dilakukan sebelum acara utama pada tanggal 17 Februari 2017 diselenggarakan. Pada pre-event ini istri Walikota Surakarta Elizabeth Endang Rudyatmo memimpin Parade Marut Klopo yang merupakan bentuk edukasi cara memarut kelapa yang baik dan benar. Diikuti oleh siswa-siswi SD-SMP di Surakarta diantaranya SMP Kristen 3, Widya Wacana Christian School, SDN 104 Yosodipuro, dan SDN Ketelan 12. Elizabeth memberikan tips memarut kelapa untuk sayur maupun untuk makanan. Kegiatan ini dilakukan karena banyak generasi muda yang sudah mulai melupakan cara memarut kelapa yang baik. 

Selain itu juga dilakukan Edukasi Membuat Takir. Takir merupakan daun pisang dilipat sehingga berbentuk kotak. Takir memiliki makna Takwa dan Dzikir dimana kedua hal tersebut adalah wadah amalan-amalan kita sebagai makhluk Tuhan.

Takir melambangkan:

1. Kesederhanaan

2. Kreativitas yang canggih

3. Produk lokal masa lalu yang tak lekang zaman

4. Kemandirian masyarakat masa lalu sebelum budaya Eropa (sendok/piring) masuk ke Indonesia

5. Wahana nostalgia

6. Kedekatan manusia dengan alam.

Pre-Event ini juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Yulistianto beserta jajaran pejabat di pemerintahan kota Surakarta, anggota DPRD kota Surakarta, anggota PKK Kecamatan dan Kelurahan, serta menghadirkan artis senior Pong Harjatmo.

Pada kesempatan ini ditunjukkan salah satu jenang spesial yaitu Jenang Bhineka Tunggal Ika yang pada pembuatannya memiliki komposisi dan bahan berbeda dicampur menjadi satu, yang juga menjadi makna kebersamaan dan persatuan dalam perbedaan. Acara ini diharapkan menjadi perekat masyarakat yang majemuk sehingga tercipta persatuan dalam masyarakat.

 


Share/Save

Konten Terkait

Info Kota | Indeks Berita