Pemerintah Kota Surakarta
Solo Menari 2018 Pecahkan Rekor MURI
  April 30, 2018 12:33

Ada pemandangan tak biasa pada acara car free day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, pasalnya ribuan penari berparas cantik nampak mulai memadati area CFD lengkap dengan menggunakan pakaian adat Jawa dan juga sampurnya. Kedatangan ribuan penari ini untuk menyemarakan acara Solo Menari 2018 dalam rangka menyambut Hari Tari Dunia yang jatuh pada Minggu (29/04).

Acara Solo Menari 2018 menampilkan tiga buah tarian yakni Tari Gambyong 3WMP karya Nanuk Rahayu dengan koreografer tari Blacius Subono, kemudian ada Tari Gambyong Pareanom karya Ngaliman (alm) dan yang terakhir Tari Pergaulan. Aksi ribuan penari yang menarikan Tari Gambyong di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, mulai dari Gladag sampai Perempatan Pasar Pon sukses menarik ribuan pasang mata warga masyarakat Kota Solo.

Sejak pukul 06.30 terpantau ribuan warga dari berbagai kalangan usia tumpah ruah memadati lokasi acara untuk menyaksikan pertunjukan kolosal 5000-an penari Gambyong. Dengan diiringi suara gamelan, kurang lebih selama 30 menit ribuan penari asik bergoyang menari Gambyong di ruas jalan protokol tersebut.

Tak ayal aksi 5000-an penari yang membawakan Tari Gambyong tersebut memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Panitia rekor Muri mencatat, 5035 penari terlibat dalam acara Solo Menari 2018. Bahkan Manajer Muri Aryani Siregar mengatakan, acara Solo Menari 2018 memecahkan rekor dunia.

“Rekor kali ini memecahkan rekor menari Gambyong bersama sebelumnya yakni sebanyak 1.001 orang. Saat ini tercatat 5.035 orang menarikan Tari Gambyong di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta sepanjang 1,5 km. Jadi tak hanya memecahkan rekor Muri, tetapi juga rekor dunia,” ungkap Aryani ditengah-tengah acara penyerahan piagam Muri. Ia menambahkan aksi tersebut tercatat dalam rekor Muri yang ke 8.434. selain itu panitia juga membagikan 1500 sampur kepada penonton yang hadir pada pagi itu.

Terkait pemecahan rekor ini, Wali Kota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo menilai, keberhasilan pemecahan rekor dunia ini merupakan bagian dari kepedulian masyarakat Solo dalam menjaga kebudayaan berupa seni tari salah satunya yang diciptakan oleh Almarhum Mas Ngaliman. “Kita tidak semata-mata mengejar pemecahan rekor, tetapi bagaimana kita membangun kembali karakter bangsa Indonesia dengan berkepribadian dalam budaya inilah yang mesti kita lakukan bersama-sama,” ungkap Rudi.

Disinggung mengenai penambahan jumlah penari dalam acara Solo Menari tahun depan, Rudi sapaan akrab Wali Kota Surakarta mengatakan bahwa dirinya menyerahkan semua kepada warga masyarakat Kota Solo. “Kami Pemerintah Kota Surakarta siap melayani, karena warga masyarakat yang memiliki andil dalam terselenggaranya acara ini dan acara ini juga nantinya dipersembahkan untuk warga Kota Solo,” jelasnya.

Seni tari selayaknya mulai diperkenalkan sejak belia kepada generasi muda untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap budaya bangsanya sendiri. “Aksi yang diikuti oleh 5.035 penari merupakan prestasi warga masyarakat Kota Solo yang luar biasa, kedepan saya mengajak generasi muda penerus bangsa cintailah seni tari tradisional karya anak bangsa sendiri untuk membangun jati diri bangsa Indonesia,” tutup Pak Wali.

aosgi
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

17

Visitors today

15

Visits total

425,201

Visitors total

330,588

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta