Pemerintah Kota Surakarta
Lebaran, Dinas Perdagangan Antisipasi Pasar Tumpah
  May 30, 2018 20:37

Salah satu fenomena yang jamak ditemui ketika memasuki Bulan Suci Ramadhan adalah munculnya pedagang musiman yang menjamur di beberapa titik keramaian. Pedagang tersebut biasanya menjual berbagai macam barang kebutuhan selama lebaran. Namun tak jarang aktivitas pedagang musiman dapat menimbulkan potensi gangguan arus lalu lintas. Untuk mencegah hal tersebut Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta telah membentuk Tim Pengawas dan Pengendalian Pedagang Kaki Lima (PKL).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagyo, mengatakan saat ini tim bertugas untuk mengawasi munculnya PKL dan pedagang musiman yang muncul menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri. “Tim ini dibentuk sesuai dengan aturan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Disdag dalam hal ini mengawasi PKL. Tim gabungan ini terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, Disdag, Dinas Perhubungan dan Linmas. Kami bersama-sama melakukan patroli terpadu untuk mengantisipasi munculnya pedagang musiman dan juga PKL mendekati Lebaran,” kata Subagyo.

Ia melanjutkan, PKL yang dimaksud adalah PKL yang biasanya menjual takjil di pinggir jalan umum, PKL jasa tukar uang baru dan PKL penjual kembang api. Namun untuk PKL jasa tukar uang baru dan PKL petasan keberadaannya telah dilarang. “Untuk PKL kembang api dan PKL jasa tukar uang keberadaan mereka sudah kami larang dan kita akan terus mengawasi di lapangan,” ujar Subagyo ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/05).

Terkait keberadaan PKL musiman maupun pedagang musiman yang muncul dipasar Subagyo mengatakan pada dasarnya Pemkot tidak melarang atau mempersulit warga yang ingin mendulang rejeki di bulan Ramadhan. Hanya saja Pemkot meminta pedagang untuk tidak berjualan di lokasi yang tidak semestinya seperti di luar pasar karena hal tersebut berpotensi menimbulkan pasar tumpah.

Tim ini akan melakukan pengawasan agar hal tersebut tidak terjadi. Namun jika sampai terjadi, sejumlah langkah pun telah dipersiapkan untuk mengantisipasi hal tersebut. Subagyo mengaku telah melakukan koordinasi dengan kepala pasar tradisional untuk mengantisipasi timbulnya pasar tumpah pada saat bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang puncaknya biasa terjadi sekitar H-3.

“Karena sifatnya sementara, kami akan menata pedagang musiman itu untuk mengantisipasi kamacetan arus lalu lintas. Pedagang musiman itu akan ditempatkan di dalam pasar. Jika di dalam pasar tidak ada tempat mereka akan ditempatkan di halaman parkir pasar,” terang Subayo. Ia menilai akan ada kenaikan pedagang sebesar 10 % dari jumlah biasanya dan menurutnya sejumlah pasar masih mampu untuk menampung peningkatan pedagang tersebut.

Pedagang biasanya akan menggunakan kawasan jalan protokol atau jalan kolektor sebagai tempat favorit mereka berjualan. Subagyo mengungkapkan ada 15 titik yang menjadi primadona bagi para pedagang seperti Jalan Slamet Riyadi, Jalan Urip Sumoharjo, Pasar Kleco, Pasar Gede, dan Pasar Ledoksari. Kemudian ada Jalan Radjiman, Pasar Gading, Pasar Kadipolo, Pasar Kembang, Pasar Singosaren, Pasar Jongke, Pasar Legi dan Pasar Harjodaksino.

“Namun yang akan mejadi salah satu fokus utama kita nanti adalah sepanjang jalan Radjiman, karena di jalan tersebut terdapat berbagai macam pasar seperti Pasar Jongke, Pasar Oleh-oleh, Pasar Gembreng, Pasar Kadipolo, Pasar Kembang, Pasar Singosaren. Apalagi jalan tersebut merupakan salah satu jalan yang akan digunakan untuk arus mudik dan arus balik. Seperti itu akan kita awasi agar tidak terjadi pasar tumpah yang bisa menganggu kelancararan arus lalu lintas,” jelas Subagyo.

Dirinya berharap kepada para pedagang yang memanfaatkan momen lebaran ini untuk berjualan bisa membantu Pemkot menciptakan suasana nyaman dan kondusif selama bulan Ramadhan. “Kepadatan pasti akan terjadi mendekati Hari Raya Idul Fitri. Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga Kota Solo ini agar selalu aman, nyaman dan kondusif di bulan yang penuh berkah ini,” tutup Subagyo.

aosgi
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

221

Visitors today

174

Visits total

380,817

Visitors total

298,043

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta