Pemerintah Kota Surakarta
CFN, Cara Merayakan Pergantian Tahun Bernuansa Budaya
  December 31, 2018 13:28

Tahun 2018 segera berlalu. Seperti biasa, detik-detik pergantian tahun pun siap disambut khalayak dengan meriah. Maklum saja, tidak sedikit yang menganggap istimewa momentum tahun baru karena membawa harapan baru dalam hidup mereka.

Namun jika Anda berencana merayakan malam tahun baru dengan berhura-hura di ruas jalan utama Solo, yakni Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Jenderal Sudirman, siap-siaplah kecewa. Sebab Pemkot Surakarta justru membalut kegiatan pergantian tahun itu dengan nuansa budaya.

Alih-alih meramaikan detik-detik perayaan pergantian tahun dengan pesta kembang api dan petasan, Pemkot justru menyediakan lima panggung yang akan menampilkan seni dan tari tradisional Jawa. Tentunya lengkap dengan seperangkat gamelan sebagai pengiringnya.

Semua pertunjukkan itu dikemas dalam event Car Free Night (CFN) 2018/2019 bertema Masyarakat Solo yang Aman, Nyaman, Kondusif dan Berkualitas. “Masing-masing pertunjukkan di lima panggung itu akan dikoordinasi oleh perangkat lima kecamatan. Seluruh kecamatan sudah diinstruksikan untuk mengeluarkan seperangkat gamelan yang mereka miliki, berikut menyiapkan pengrawitnya,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata, Suwoto.

Ya, bagi Pemkot, malam tahun baru tidaklah identik dengan dentuman suara petasan, gemerlap percik kembang api, atau keramaian tanpa makna. Sebaliknya, momentum spesial itu harus digunakan sebagai ajang refleksi agar lebih baik pada kemudian hari.

“Puncak acara, yaitu detik-detik pergantian tahun, akan ditandai dengan pemukulan gong, suara sirine serta bunyi othok-othok (mainan tradisional dari bambu). Alat-alat itu menjadi simbol jika Solo adalah Kota Budaya.”

Maka tidak mengherankan jika selama enam tahun terakhir, CFN sudah diupayakan bebas dari petasan maupun kembang api. “Perayaan pergantian tahun tak perlu dirayakan dengan petasan. Petasan itu identik dengan sesuatu yang mengagetkan. Perayaan dengan pemukulan gamelan lebih sesuai dengan ciri khas masyarakat Solo yang cenderung adem ayem,” tegas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 334/3826 tentang Pelaksanaan Perayaan Tahun Baru 2019 yang didistribusikan Pemkot kepada 51 kelurahan dan lima kecamatan se-Solo pun memuat larangan penyulutan kembang api dan petasan itu. “Kami memang tidak bisa mengontrol 100 persen kalau saat CFN masyarakat tidak menyalakan petasan atau kembang api. Yang jelas kami sudah mengupayakan seminimal mungkin, hal itu terjadi. Yang jelas, tidak ada pesta kembang api pun kemeriahan CFN tidak akan berkurang,” imbuh Wali Kota yang akrab disapa Rudy ini.

Pernyataan orang nomor satu di Kota Bengawan ini bisa jadi benar, manakala menilik penyelenggaraan CFN tahun-tahun sebelumnya. Hampir bisa dipastikan, warga Solo dan berbagai wilayah di sekitarnya akan mendatangi lokasi acara sebagaimana kegiatan sejenis yang sudah digelar Pemkot.

Alhasil seluruh persiapan teknis pun telah dikoordinasikan instansi terkait. Dinas Perhubungan (Dishub) menyatakan jika pengunjung CFN bisa memanfaatkan 32 kantung parkir yang akan disediakan di sekitar lokasi acara. Arus kendaraan di 15 ruas jalan juga akan dialihkan, guna mendukung kegiatan yang diselenggarakan mulai pukul 21.00 hingga 01.00 dini hari tersebut.

“Tidak ada perpotongan arus kendaraan (crossing) di Jalan Slamet Riyadi, mulai persimpangan Purwosari hingga Gladag. Juga di Jalan Jenderal Sudirman. Makanya lokasi-lokasi parkir khusus kami siapkan untuk mengakomodasi pengunjung,” papar Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub, Ari Wibowo.

Ia meyakinkan, seluruh lokasi parkir itu sudah mengantongi izin Pemkot. Artinya, tidak ada juru parkir liar yang beroperasi di kantung-kantung parkir tersebut.

Dari sisi manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL), lanjut Ari, CFN 2018 dinilai berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Tahun lalu belum ada overpass Manahan, tapi tahun ini overpass sudah dibuka untuk umum. Makanya khusus lalu lintas di overpass akan diubah menjadi searah, dari selatan ke utara, selama Jalan Slamet Riyadi ditutup untuk CFN,” urainya. (**)

aosgi
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

42

Visitors today

11

Visits total

416,057

Visitors total

325,386

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta