RSUD Bung Karno, Wujud Semangat Marhaen Dalam Pelayanan
August 19, 2019 18:09
Pasar Legi, Pasar Sadar Proteksi
August 26, 2019 09:38

Terima Kasih Mpok Sinah Klamben dan Mangku Lawren

Agustus 2019 dirasa begitu istimewa bagi warga Solo, terutama mereka yang bermukim di wilayah Mangkubumen. Sebabnya, kelurahan tersebut berhak menyandang predikat sebagai kelurahan terbaik se-Indonesia.

Piala yang diserahkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo kepada Lurah Mangkubumen Beni Supartono Putro, dalam Temu Karya Nasional dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2019 di Jakarta pada 15 Agustus, menjadi bukti predikat kelurahan terbaik itu.

Adalah program Kelompok Seni dan Usaha Menengah Kelurahan Mangkubumen (Mpok Sinah Klamben) dan Mangkubumen Lawan Rentenir (Mangku Lawren), yang melibatkan perangkat kelurahan dan warga, yang mengantarkan berhasil Mangkubumen menduduki nomor wahid se-Nusantara. Perjuangan mereka sejak mengikutsertakan kedua program inovatif itu dalam seleksi tingkat Kota Surakarta pada April 2019, seolah terbayar lunas.

Berhak mewakili Surakarta dan Provinsi Jawa Tengah dalam seleksi tingkat nasional, Mangkubumen mampu membuktikan diri jika Mpok Sinah Klamben dan Mangku Lawren merupakan inovasi kelurahan terbaik se-Tanah Air.

“Ini bukanlah akhir, melainkan awal dari usaha pemberdayaan ekonomi warga Mangkubumen. Penghargaan ini jadi pemicu kami untuk terus berbuat yang terbaik bagi kesejahteraan warga,” tandas Beni.

Ya, bagi warga setempat, Mpok Sinah Klamben merupakan alat strategis guna mewadahi aktivitas ekonomi mereka. Tidak sedikit dari mereka yang bekerja sebagai pedagang, meraup keuntungan atas pemanfaatan Sasana Krida Mangkubumen. Adapun Mangku Lawren merupakan pertahanan komunal, dari jerat utang lintah darat yang mencekik leher.

“Keduanya merupakan program yang berkesinambungan dan riil sudah dipraktikkan di tingkat masyarakat. Kami tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan juri, saat memilih Mangkubumen sebagai juara. Yang jelas, Mpok Sinah Klamben dan Mangku Lawren berangkat dari persoalan riil yang dihadapi warga Mangkubumen.”

Meski tidak menampik pentingnya apresiasi pemerintah pusat terhadap kedua inovasi tersebut, Beni beranggapan, keberlangsungan Mpok Sinah Klamben dan Mangku Lawren juga tidak kalah vital. Apalagi berdasarkan penghitungan di atas kertas, Mpok Sinah Klamben terbukti efektif menggerakkan roda perekonomian warga.

“Saat kami survei melalui penyebaran kuesioner selama tiga hari, perputaran uang di Sasana Krida Mangkubumen bisa berkisar Rp 15 juta. Padahal jika dibandingkan dengan biaya operasional, misalnya pembayaran pajak listrik, kelurahan hanya mengeluarkan sekitar Rp 1 juta,” papar Beni.

Pun halnya dengan Mangku Lawren. “Sampai sekarang sudah 28 warga yang dibebaskan utangnya dari rentenir.”

Sadar akan strategisnya kedua program tersebut, perangkat kelurahan Mangkubumen pun bertekad mempertahankan Mpok Sinah Klamben dan Mangku Lawren. Pengorganisasian implementasi program itu mulai dijalankan, agar keduanya tidak terhenti selepas ditatanya piala dari Kemendagri di lemari kantor kelurahan setempat.

“Kami libatkan perangkat kelurahan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Karena Mpok Sinah Klamben dan Mangku Lawren merupakan pemberdayaan ekonomi warga, maka Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat serta Kasi Pembangunan dan Lingkungan Hidup juga ikut mengurusinya. Di tingkat warga, para ketua rukun warga (RW) juga dipilih sebagai penanggungjawab program tersebut,” urai Beni.

Tak sebatas itu, kerjasama pengembangan kedua program tersebut dengan pihak eksternal pun terus diupayakan. Apalagi Beni mengaku, sudah dikunjungi perwakilan Bank Solo. Mereka menawarkan kerjasama melalui program Melawan Rentenir (Melati).

Sementara itu Wali Kota FX Hadi Rudyatmo mengapresiasi pencapaian Kelurahan Mangkubumen tersebut. “Ini adalah salah satu indikator keberhasilan ASN Pemkot Surakarta. Tidak sia-sia pendampingan dan pembinaan yang kami lakukan, mulai penilaian tingkat kecamatan, kota, provinsi sampai nasional. Antara paparan dengan kenyataan itu sama, jadi tidak sebatas program administratif semata,” tandasnya.

Wali Kota juga menekankan perlunya keberlangsungan program-program inovatif milik perangkat daerah maupun perangkat wilayah. “Sebenarnya penghargaan ini tidak begitu penting. Yang paling penting adalah program kita bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesan orang nomor satu di jajaran Pemkot ini. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *