Menggaungkan Layanan Digital

Wakil Wali Kota, Achmad Purnomo, membuka Festival Pelayanan Publik yang diselenggarakan di Solo Paragon.

Pemkot Surakarta terus berproses memodernisasi layanan-layanan publik miliknya. Digitalisasi pelayanan diterapkan, melalui penggunaan fasilitas teknologi informasi yang tidak melulu mengharuskan pertemuan tatap muka antara pemohon dan petugas loket di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Sayang, belum semua pelayanan tersebut dikenal khalayak. Pun jika sudah mengetahuinya, tidak jarang mereka enggan mengakses lantaran berbagai sebab. Bisa jadi lantaran belum begitu familiar dengan metode anyar yang digunakan dalam layanan tersebut.

Untuk itulah, Pemkot melibatkan diri dalam Festival Pelayanan Publik yang diselenggarakan di Mal Solo Paragon, mulai 29 Oktober hingga 1 November. Berbagai inovasi pelayanan diperkenalkan kepada pengunjung, meski sebelumnya telah berkali-kali disosialisasikan.

Bagaimanapun juga, digitalisasi pelayanan publik ini tetap layak disebarluaskan secara terus-menerus. Dengan demikian diharapkan efektivitas, efisiensi dan transparansi yang menjadi roh pelayanan tersebut bisa dinikmati sebesar-besarnya oleh warga.

“Percepatan inovasi ini dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terhadap layanan publik yang berkualitas. Apalagi selama ini pelayanan publik kesannya lambat dan berbelit,” tandas Wakil Wali Kota (Wawali) Achmad Purnomo, saat mewakili Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dalam pembukaan acara.

Sederet OPD yang telah tersentuh digitalisasi pelayanan, membuka stand selama berlangsungnya kegiatan itu. Para petugas stand siap sedia memberikan penjelasan detil kepada pengunjung, berkait program unggulan berbasis digital yang mereka selenggarakan.

Sebut saja Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) yang siap menyosialisasikan Unit Layanan Aduan Surakarta (Ulas), Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) dengan layanan bagi para pencari kerja, hingga Dinas Pendidikan yang siap menjawab pertanyaan seputar Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS).

“Festival ini bisa memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, selain juga sebagai media publikasi pelayanan publik dari berbagai OPD di lingkungan Pemkot,” imbuh Purnomo, sapaan akrab Wawali.

Ia berharap, dalam jangka panjang sosialisasi yang dilakukan intensif akhirnya bisa mengubah kesadaran masyarakat. Digitalisasi pelayanan publik yang berujung kepada peningkatan kualitas layanan, diharapkan mampu mengentalkan rasa cinta dan bangga dari warga kepada kotanya. Betapapun, Kota Solo kini telah berkembang maju.

“Pemkot juga mengajak masyarakat untuk mendukung, mengkritik, dan ikut membangun Kota Solo bersama-sama,” tegas Purnomo.

Metta Media yang memfasilitasi festival tersebut juga menghadirkan sejumlah instansi vertikal, seperti Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II, BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, dan Samsat Surakarta.

“Acara memang sengaja digelar di mal, karena bisa dipastikan banyak pengunjungnya. Kami ingin semua pelayanan publik di era digital ini bisa disosialisasikan seluas-luasnya. Selain itu jika ada masukan atau keluhan kepada instansi tertentu, masyarakat juga bisa menyampaikannya secara langsung,” papar perwakilan Metta Media, Sumartono Hadinoto.

Sumartono mengimbuhkan, hingga kini sebagian warga masih belum paham terkait alur pelayanan publik di Pemkot maupun instansi lain. Untuk itulah Festival Pelayanan Publik yang bisa mendekatkan layanan kepada calon pemohon, masih menemukan relevansinya.

“Mengurus administrasi di tempat layanan publik masih dianggap momok bagi sebagian warga. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya memilih jalan pintas, dengan menitipkan pemrosesan kepada calo, petugas pelayanan atau perangkat wilayah,” bebernya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This