Wajah Baru City Walk
January 8, 2020 22:05

Tak Ada Waktu Bersantai-santai

Wali Kota saat melantik Pejabat di Balai Kota Surakarta. Mutasi dilakukan guna mendukung akselerasi dan realisasi program-program Pemerintah.

Tahun 2020 masih dalam hitungan hari. Meski demikian Pemkot Surakarta langsung tancap gas dengan sederet aktivitasnya.
Bagi Pemkot, tidak ada waktu untuk sekadar bersantai usai pergantian tahun. Selain masih banyak target pembangunan yang harus dipenuhi, pelayanan publik juga harus terus diselenggarakan demi kepentingan warganya.
Pembagian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perangkat Daerah/Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (DPA-PD/PPKD) APBD 2020 kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan sejumlah instansi terkait, pada pertengahan Desember 2019, menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menjaga keberlangsungan kinerjanya. Mutasi 137 pejabat eselon II, III dan IV pada malam pergantian tahun, juga menguatkan niat tersebut.
“Penataan pegawai ini sudah didasarkan kepada analisa beban kerja (ABK) dan evaluasi. Juga sudah dikonsultasikan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” terang Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.
Pensiunnya beberapa pejabat eselon II dan optimalisasi ketersediaan pegawai, menjadikan mutasi tersebut mutlak diperlukan. “Saya tahu bahwa ada yang senang, sedih, atau tidak puas dengan mutasi ini. Memuaskan orang banyak itu memang susah. Tapi inilah kebijakan untuk menyelamatkan organisasi kita.”
Lagipula Wali Kota yang akrab disapa Rudy ini menjamin, mutasi maupun promosi jabatan tersebut tidak disertai praktek jual beli jabatan. “Tidak ada yang bayar, tidak ada yang keluar duit sepeser pun,” tandasnya.
Wali Kota juga menekankan, seluruh pejabat yang dilantik pada hari terakhir tahun 2019 lalu itu harus langsung menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru. “Tanggal 2 Januari sudah langsung bergerak, bekerja sesuai jabatan baru. Serah terima jabatan dilaksanakan pada kemudian hari tidak masalah, yang penting tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing sudah bisa dijalankan,” tegas Rudy.


Guna mendukung percepatan kerja-kerja OPD, Pemkot pun menyiapkan seleksi terbuka sebagai ajang promosi bagi pejabat eselon III. Bagaimanapun juga, kekosongan pucuk pimpinan di sejumlah OPD yang disiasati dengan penunjukkan pelaksana tugas (Plt) kepala dinas, memiliki keterbatasan dalam mengakselerasi target-target institusi.
“Mulai Januari, seleksi terbuka sudah disiapkan. Panitia seleksi (pansel) ditargetkan sudah terbentuk bulan ini,” kata Wali Kota.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) terdapat empat kepala OPD yang merangkap jabatan dengan OPD lain. Yakni Dinas Kebudayaan, Satpol PP, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP).
“Pengisi jabatan-jabatan itu nantinya akan diseleksi secara terbuka. Siapapun pejabat yang nantinya memenuhi syarat pendaftaran, bisa mendaftarkan,” terang Kabid Mutasi BKPPD Taviana Endah K.
Ya, secara umum berbagai program kerja penting memang telah menanti kerja nyata Pemkot sepanjang 2020. Sekretaris Daerah (Sekda) Ahyani menyebut proyek infrastruktur seperti pembangunan overpass Purwosari, rehabilitasi Pasar Legi dan Pasar Klewer, hingga pembangunan GOR indoor Manahan, sebagai salah satu prioritas Pemkot pada tahun ini. “Lainnya masih ada rehabilitasi gedung sekolah, pembayaran premi JKN-KIS untuk peserta PBI, operasional rumah sakit umum daerah (RSUD) sampai Pilwakot 2020,” kata dia. (**)

Comments are closed.