Kado Spesial HUT Ke-74 Pemkot Surakarta
March 13, 2020 11:21
Pelayanan Dalam Pandemi
March 23, 2020 23:04

KLB Diberlakukan, Tracing dan Penyemprotan Digalakkan

Anggota TNI POLRI dan relawan tengah melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah sekolah di Kota Surakarta, Rabu (18/3). Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan terhadap virus Covid-19.

Virus corona (Covid-19) mewabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sejak awal Maret, pemerintah pusat terus mengumumkan jika pasien yang dinyatakan positif terpapar virus tersebut terus bertambah.

Sayangnya dari ratusan pasien itu, terdapat warga Kota Bengawan. Pada 13 Maret pemerintah pusat merilis jika dua warga positif mengidap Covid-19. Mereka adalah warga Kadipiro dan Semanggi.

Situasi berubah mencekam. Kepanikan yang melanda sebagian besar warga, kian meningkat. Aksi borong masker, cairan disinfektan, maupun hand sanitizer terus berlangsung hingga mengakibatkan barang-barang itu langka.

Tak ingin situasi itu memburuk, Pemkot Surakarta mengambil langkah taktis. Kejadian luar biasa (KLB) corona diberlakukan, guna mendukung upaya-upaya pencegahan menyebarnya virus tersebut.

Dampaknya, semua kegiatan yang menghadirkan kerumunan peserta akan dibatalkan atau dievaluasi ulang. “Car Free Day (CFD) libur sampai batas waktu yang belum ditentukan. Destinasi wisata seperti Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Museum Radya Pustaka, Museum Keris libur selama minimal 14 hari. Transportasi wisata tidak dioperasikan, musrenbang ditunda, Stadion Manahan dan Sriwedari ditutup pagi dan sore hari,” tegas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Loji Gandrung, Jumat (13/3) malam.

Pembatasan aktivitas ini dimaksudkan guna mengurangi kerumunan massa, yang bisa menambah potensi penyebaran korona. “Tapi KLB ini tidak sebatas status. Ini dimaksudkan agar antisipasi penyebaran virus bisa lebih optimal,” tegas Wali Kota.

Optimalisasi itu dilakukan melalui pengerahan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, agar penyebaran virus bisa ditekan. Sebut saja Dinas Kesehatan dengan berbagai upaya preventif dan promotif penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di berbagai wilayah, Dinas Perdagangan dengan sosialisasi PHBS di lingkungan pasar tradisional, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk mendukung sterilisasi berbagai kawasan publik dan fasilitas kesehatan, hingga Dinas Pendidikan yang menginstruksikan seluruh peserta didik untuk belajar di rumah agar mobilitas warga bisa dikurangi.

Semuanya bahu-membahu agar Covid-19 bisa dilokalisasi, bila perlu dihilangkan dari Kota Bengawan. “Penyemprotan-penyemprotan disinfektan terus dilakukan setiap hari secara bergiliran,” terang Kepala Dinas Kesehatan, Siti Wahyuningsih.

Ning, sapaan akrabnya menambahkan, Dinas Kesehatan juga terus melakukan penelusuran (tracing) terhadap kontak para pasien positif Covid-19 demi mencegah meluasnya wilayah penyebaran virus tersebut. Hingga 18 Maret, lebih dari 100 orang diimbau melakukan karantina mandiri, lantaran pernah melakukan kontak dengan dua pasien korona yang diisolasi di RSUD dr Moewardi.

Mereka terdiri dari keluarga dan tenaga medis di sejumlah rumah sakit yang sebelumnya merawat pasien. “Karantina mandiri ini terus kami pantau setiap hari. Mereka diminta untuk tinggal di rumah selama 14 hari sejak 13 Maret, serta melaporkan perkembangan kesehatan kepada petugas. Kami pun memantau mereka setiap hari melalui video call,” papar Ning.

Dukungan logistik, alat pengaman diri (APD), vitamin hingga obat-obatan pun diberikan Pemkot kepada warga yang menjalani karantina mandiri tersebut. “Itulah mengapa status KLB ditetapkan. Ini juga terkait kebijakan anggaran untuk pengadaan kebutuhan karantina mandiri dan penyemprotan, yang sebelumnya tidak dialokasikan dalam APBD. Kalau dibutuhkan, sekarang kami bisa menggunakan dana tak terduga yang dianggarkan APBD sebesar Rp 2 miliar,” jelas Wali Kota.

Kini harapan akan meredanya penyebaran virus corona di Kota Solo harus tetap terjaga. Pemkot meminta seluruh warga mendukung upaya penanganan Covid-19, yang sedang dijalankan instansi-instansi terkait.

“Jaga kesehatan diri dengan menerapkan PHBS, seperti sering-sering mencuci tangan dengan sabun atau menerapkan etika batuk. Hindari keramaian untuk sementara waktu, atau bepergian jika tidak ada keperluan mendesak. Masing-masing dari kita bisa berperan untuk memberantas corona,” tegas Ning. (**)

Comments are closed.