Anggaran Terbatas, Pemkot Relaksasi Pembayaran Proyek Infrastruktur
May 27, 2020 16:39
Galakkan Rapid Test Sebagai Deteksi Dini Covid-19
May 30, 2020 21:48

Mudik Berakhir, Karantina Dipusatkan di Ndalem Joyokusuman

Dalem Joyokusuman disiapkan menjadi tempat karantina utama bagi warga yang masuk ke kota Surakarta, pasca lebaran tahun ini.

Hiruk-pikuk aktivitas para sukarelawan, tenaga medis dan aparat keamanan kini tak lagi mewarnai Grha Wisata Niaga. Satu setengah bulan gedung pertemuan di kawasan Sriwedari itu difungsikan sebagai lokasi karantina bagi pemudik, per Jumat (29/5) Grha Wisata Niaga tak lagi menerima kedatangan pemudik baru.

Ya, sejak hari keempat usai Idulfitri 1441 H, Pemkot resmi menutup pintu salah satu lokasi karantina itu bagi mereka yang baru tiba di Kota Bengawan dari perantauan. Salah satu pemicunya adalah berakhirnya masa mudik Lebaran, yang tahun ini sama sekali tidak diatur pemerintah pusat akibat mewabahnya Covid-19.

“Grha Wisata Niaga tidak lagi jadi lokasi karantina. Proses karantina akan dipusatkan di Ndalem Joyokusuman. Grha Wisata Niaga hanya akan menjadi cadangan, kalau-kalau jumlah Orang Dalam Pemantauan (OPD) yang tidak bisa karantina mandiri membeludak,” terang Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Lalu-lalang bus pengangkut pemudik dari stasiun dan terminal, atau meninggalkan lokasi tersebut karena sudah lulus karantina, dipastikan tak lagi mewarnai Grha Wisata Niaga. Meski demikian, Pemkot memastikan karantina bagi pendatang tetap bersifat wajib, demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Pendatang yang tiba setelah 29 Mei, tetap diwajibkan untuk menjalani karantina. Tapi secara mandiri di rumah atau hotel sesuai kemampuan masing-masing,” imbuh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surakarta, Ahyani.

Wali Kota pun menekankan, tidak lagi difungsikannya Grha Wisata Niaga sebagai tempat karantina pendatang mensyaratkan partisipasi warga yang lebih luas. “Jadi bukan berarti masyarakat bebas keluar masuk Kota Solo. Kami antisipasi masuknya pendatang dari luar daerah dengan karantina mandiri,” tegas orang nomor satu di birokrasi Pemkot ini.

Koordinasi antarperangkat wilayah, mulai RT/RW hingga kelurahan juga diimbau untuk ditingkatkan, demi maksimalisasi pemantauan dan pendataan pendatang di wilayah mereka. “Kami juga tidak menutup kemungkinan ke depan Grha Wisata Niaga bisa dioperasikan kembali, jika ada ledakan ODP pascapenerapan new normal,” terang Rudy, sapaan akrab Wali Kota.

Boyongan Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surakarta dari area city walk di depan Grha Wisata Niaga ke lahan parkir sisi selatan Ndalem Joyokusuman, ikut mewarnai serangkaian acara penutupan lokasi karantina tersebut. Bersamaan dengan itu, puluhan pemudik yang masih harus menyelesaikan masa karantina mereka ikut dipindahkan ke lokasi baru.

Berdasarkan data petugas posko, terdapat 52 pemudik yang diantar Pemkot menuju Ndalem Joyokusuman. Mereka terdiri dari lima wanita dan 47 pria.

“Kalau tidak ada tambahan pemudik yang dikarantina lagi, maka masa karantina mereka berakhir 12 Juni,” tutur petugas posko, Hananto.

Wali Kota pun meyakinkan kapasitas Ndalem Joyokusuman cukup untuk menampung sisa peserta karantina. “Di sana bisa menampung sampai 70 orang. Kamar pria dan wanita juga dipisah,” katanya.

Pemkot berharap, penutupan Grha Wisata Niaga nantinya tidak diikuti pembukaan kembali lokasi tersebut sebagai lokasi karantina bagi ODP. Apalagi tren peningkatan pasien positif Covid-19 di berbagai kota masih berlanjut. Di sisi lain, pemerintah pusat terus menggaungkan persiapan pemberlakuan kenormalan baru (new normal).

“Kalau warga abai dengan protokol kesehatan, maka bisa ada lonjakan ODP. Makanya selain pengawasan mobilitas, kami terus memantau penerapan social distancing dan protokol kesehatan di ruang publik,” beber Wali Kota. (**)

Comments are closed.