Gibran Rakabuming Hadiri Bedah Buku “Dari Jokowi Hingga Pandemi”
April 3, 2021 23:13
Beri Arahan Camat Lurah, Walikota Kembali Tekankan Percepatan Vaksinasi
April 5, 2021 13:45

Walikota Surakarta Tegaskan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Juli 2021

SURAKARTA – Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, Senin (5/4/2021) di ruang Manganti Praja Balai Kota Surakarta dalam Rakor Satgas Penanganan Covid 19, menegaskan, jajaran Pemerintah Kota Surakarta tetap akan menjalankan Pendidikan Tatap Muka ( PTM) dan vaksinasi akan semakin dipercepat untuk mewujudkannya.

“Juli kita harus buka PTM. Sekolah harus mulai pendidikan tatap muka. Buka sekolah jadi indikator Kota Surakarta sudah pulih dari Pandemi Covid 19.Kita tdk boleh mundur!” tegas Gibran.

Untuk mendukung langkah Pemkot Surakarta, Gibran menjelaskan akan mempercepat  vaksinasi tenaga produktif sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan  sehingga percepatan pemulihan ekonomi lekas tercapai.

“Sesering mungkin saya carikan CSR untuk memenuhi sebanyak mungkin sarana prasarana PTM,” Walikota kembali tegaskan.

Terkait Wakil Walikota Teguh Prakosa menambahkan, infrastruktur harus lengkap menjelang PTM. “Harapan kita Juli betul – betul bisa clear sarana dan prasarana prokes nya,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Etik Retno wati menjelaskan, “Kita ada dana BOS dan bantuan rotary club dan yayasan sosial lain sehingga untuk fasilitas prokes, kita tidak kekurangan untuk memenuhinya,” katanya.

Ditambahkan Etik, dari 23 sekolah ( SMP ) ditambah 2 sekolah dari siap untuk uji coba PTM. Jumlah guru yang divaksin sebanyak 5200  orang. Sedangkan  5000 guru belum divaksin. Sementata guru TK dan  SD baru menyusul secepatnya divaksin.

Pembelajaran Tatap muka rencananya untuk sekolah dari tingkat SMP hingga Perguruan Tinggi.

Sektor lain yang mendapat perhatian dalam Rapat Covid tersebut adalah soal ibadah bulan Ramadhan 2021 ( 1442 H). Disepakati menurut Sekda, jumlah jamaah sholat tarawih 50 % dari kapasitas ruangan, penunjuk shaf sholat ditempeli stiker bukan lagi tanda silang dan jarak antar jamaah 1,5 meter. Untuk kultum ditiadakan dan tarawih keliling ditiadakan sementara tadarus berlangsung secara on line.

Pengawasan prokes dalam ibadah dilakukan satgas Jogo Tonggo tiap RT dan RW.

Para pedagang takjil akan diatur dengan barang sudah dikemas dan siap saji serta diperbolehkan buka dari pukul 13 hingga 18.30 dengan ketentuan ada jarak antar penjual takjil dan menaati proktokol kesehatan.

Untuk buka bersama sebaiknya dilakukan di rumah terdiri dari keluarga inti.

Kegiatan masyarakat lain yang ada perubahan dalam SE Walikota yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti senam bersama ditetapkan hanya untuk warga RT di kelurahan yang berzona hijau dan diatur dengan prokes yang ketat.

“Hanya boleh senam kecil di kampung. Senam komunitas tidak boleh apalagi di tempat wisata,” tandas Walikota Gibran yang akrab dipanggil Mas Wali.

Comments are closed.