Pemerintah Kota Surakarta
Hasthalaku dan Identitas Karakter Pemuda Solo
  May 5, 2022 11:13

Hasthalaku berasal dari dua kata yaitu “hastha” yang berarti delapan, dan “laku” yang berarti perilaku. Dalam prakteknya, hasthalaku adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut model pendekatan budaya dan perilaku yang dikembangkan oleh Solo Bersimfoni. Perilaku yang dimaksud disini adalah nilai-nilai luhur budaya Jawa, yang harus dilestarikan agar pemuda-pemuda Solo memiliki sikap toleran dan cintai damai. 

Sesuai namanya, terdapat 8 nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam hasthalaku. Pertama, gotong royong, artinya pemuda pemudi Solo harus memiliki sifat ringan tangan, atau lekas berbuat sesuatu ketika orang lain membutuhkan pertolongan. Serta mampu menyelesaikan permasalahan bersama-sama. Kedua, grapyak semanak, artinya pemuda Solo harus memiliki sikap yang hangat dan mudah akrab dengan orang lain. Untuk mengimplementasikan nilai ini, perilaku ramah tamah merupakan model yang sangat tepat untuk dilakukan. Ketiga, guyub rukun. Dengan menanamkan nilai ini, Solo bersimfoni berharap pemuda-pemuda Solo dapat membina kehidupan yang damai, tanpa perselisihan, pertikaian, dan konflik. Keempat, lembah Manah, merupakan nilai paling mendasar dalam kemanusiaan, yaitu sikap batiniah yang rendah hati dan tidak menganggap dirinya lebih tinggi daripada orang lain. 

Kemudian nilai yang kelima, ewuh pakewuh, adalah sikap sungkan atau segan serta menjunjung tinggi rasa hormat yang sangat kental dalam budaya masyarakat Jawa. Keenam, pangerten, Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman budaya, salah satunya Kota Solo yang memiliki kebudayaan besar yang tentunya berbeda dengan daerah lain. Di sinilah sifat pengertian atau peka akan kondisi sesama dibutuhkan, untuk mensyukuri dan menghormati perbedaan-perbedaan yang ada di antara masyarakat. Ketujuh, andhap asor atau berbudi luhur adalah sifat yang selalu ditanamkan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah, karena sifat ini merupakan pondasi utama untuk menjunjung tinggi budaya dan tradisi luhur bangsa untuk menciptakan kebaikan hidup bersama. Kedelapan, tepa selira adalah konsep tenggang rasa dalam hidup masyarakat Jawa. Artinya dengan menanamkan nilai ini, diharapkan pemuda-pemuda Solo bisa menumbuhkan rasa empati secara logis, yang bisa menumbuhkan rasa toleransi antar sesama. 

Delapan nilai-nilai luhur budaya Jawa ini penting untuk dipahami pemuda-pemuda Solo, sebagai identitas karakter yang dikembangkan, serta patokan tingkah laku dan kontrol sosial. Dengan demikian, diharapkan pemuda-pemuda Solo bisa menjadi garda terdepan dalam membina kerukunan, serta persatuan dan kesatuan di Indonesia. 

Agnia Primasasti
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

0

Visitors today

0

Visits total

425,984

Visitors total

331,050

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta