Mengenal Kampung Tematik yang ada di Kota Solo
May 16, 2022 12:15
Pandemi Mereda, Perayaan Waisak Kembali di Gelar
May 16, 2022 15:16

Tahukah kamu, Tugu Pemandengan Titik 0-nya Kota Solo?

Banyak yang belum tahu di mana titik 0 kilometer Kota Solo berada, lokasinya adalah di Tugu Pamandengan yang tak jauh dari Pasar Gede dan Balaikota Solo, tepatnya berada ditengah antara keduanya. Tugu ini merupakan peninggalan antara Paku Buwono VI hingga Paku Buwono X dan disebut-sebut menjadi titik fokus pandangan Raja Keraton Kasunanan Hadiningrat kala itu.

Tugu Pamandengan juga diklaim sebagai titik kosmologi budaya Jawa. Hal ini dibuktikan dengan letaknya yang berada di sebelah timur Pasar Gede yang menyimbolkan sifat keduniawian yang berhubungan erat dengan roda ekonomi. Namun, di sebelah baratnya terletak Masjid Agung yang menyiratkan kedekatan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai simbol ibadah manusia.

Tugu Pemandengan termasuk ke dalam bangunan cagar budaya yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Balaikota Solo Terdapat dua versi pembangunan Tugu pemandengan: Pertama, tugu ini diperkirakan dibuat sekitar tahun 1839 pada masa pemerintahan Pakubuwono II. Kedua, tugu ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwono IV.

Tahun 2017, Tugu Pemandengan pernah menjalani renovasi sebagai bagian dari misi pelestarian cagar budaya sekaligus sebagai bagian dari program Rencana Aksi Kota Pusaka (RAKP) 2015-2035 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Surakarta. Diperkirakan memiliki tinggi 3 meter dan bangunannya berbentuk segiempat mengerucut ke atas dengan 4 lentera yang mengarah ke segala arah. Tugu Pemandengan memisahkan antara garis spiritual (Masjid Agung Surakarta dan Gereja di dekat Gladak) dengan garis duniawi (Pasar Gede).

Fungsi Tugu Pemandengan yaitu sebagai titik fokus pandangan Sri Sunan ketika beliau lenggah sinewaka di tempat yang ditinggikan di Bangsal Pagelaran (Sitihinggil).  Konon tugu ini dipercaya sebagai salah satu sarana meditasi yang sangat kuat bagi Sri Sunan. Selain itu, pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, tugu ini juga dipakai sebagai titik pandang raja terhadap pusat Pemerintahan Belanda yang dahulu berada di Balaikota Surakarta saat ini.  Kini, Tugu Pemandengan lebih dikenal sebagai tugu titik 0 (nol) Kota Bengawan

Comments are closed.