Pemerintah Kota Surakarta
Bangunan Saksi Bisu Sejarah Kemerdekaan RI di Kota Solo
  August 3, 2022 13:15

Bicara tentang sejarah, Kota Solo memiliki kisah sejarah panjang sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa ini dibuktikan pada beberapa bangunan yang memuat unsur-unsur sejarah didalamnya. Melalui bangunan tersebut, kita dapat mengetahui dan belajar tentang keadaan dan kondisi Kota Solo pada zaman itu. Beberapa diantaranya masih terawat dengan baik, sehingga bisa dijadikan obyek wisata di kota ini.

 

Bangunan yang dimaksudkan, diantaranya Gedung Djoeang 45, yang terletak di Jalan Mayor Sunaryo Nomor 4, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon. Bangunan ini didirikan oleh pemerintahan Hindia Belanda pada  tahun 1876 dan selesai dibangun pada tahun 1880. Mulanya, digunakan sebagai fasilitas pelayanan bagi tentara Belanda dan diberi nama cantienstraat yang berarti jalan kantin. Ini berlangsung cukup lama, yakni pada tahun 1880 sampai 1942. Pada awal abad ke-20, Benteng Vastenburg dengan luas yang dimilikinya, semakin lama tidak mampu menampung para tentara Belanda. Maka, digunakanlah Gedung Djoeang sebagai asrama militer (Solosiehoe Internaat). Kemudian, berkat kegigihan rakyat Indonesia, akhirnya kemerdekaan dan juga gedung ini berhasil direbut yang selanjutnya digunakan sebagai markas militer.

 

Lalu, Monumen 45 Banjarsari, lokasinya berada di Setabelan, Kecamatan Banjarsari. Tempat ini, merupakan peringatan terhadap peristiwa bersejarah, yaitu Serangan Umum Empat Hari. Peristiwa tersebut terjadi dari tanggal 7 sampai 10 Agustus 1949. Adanya serangan ini dipimpin oleh Letkol Slamet Riyadi dan rekannya Mayor Ahmadi yang kemudian diangkat menjadi pahlawan nasional. Beranggotakan para pejuang, pelajar, dan mahasiswa, serangan ini bertujuan untuk memukul mundur Belanda di Kota Solo. Maka, terjadilah serangan besar-besaran yang membumihanguskan dan menduduki markas-markas Belanda di Solo dan sekitarnya.

 

Selanjutnya, ada Monumen Pasar Nongko. Bangunan ini bertempat di Jalan Prof. DR. Supomo Nomor 105, Punggawan, Kecamatan Banjarsari. Sama halnya dengan Monumen 45 Banjarsari, bangunan ini juga digunakan sebagai peringatan peristiwa Serangan Umum Empat Hari di Kota Surakarta. Namun, yang membedakannya di lokasi ini tersemat nama-nama pahlawan yang gugur akibat peristiwa tersebut. Mereka merupakan korban dari kebengisan Belanda saat menguasai kota ini.

 

Itulah beberapa bangunan yang menyimpan kisah sejarah kemerdekaan Republik  Indonesia. Sebagai generasi penerus, kita seharusnya ikut menjaga dan tidak merusak bangunan tersebut. Supaya dapat menjadi cerita sejarah yang tetap layak dikenang untuk generasi selanjutnya.

Agnia Primasasti
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

139

Visitors today

100

Visits total

364,375

Visitors total

285,576

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta