Pemerintah Kota Surakarta
Apa itu Cacar Monyet?
  August 5, 2022 13:35

Penyakit cacar monyet atau juga disebut dengan monkeypox adalah penyakit yang disebabkan monkeypox (anggota genus Orthopoxvirus dari keluarga Poxviridae). Penyakit ini bersifat zoonosis, yangmana dapat ditularkan dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Selain itu, cacar monyet juga bisa menyebar dari manusia ke manusia.Cacar monyet sendiri disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. 

 

Virus ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia terjadi pada tahun 1970. Dalam Surat Edaran Nomor: HK.02.02/C/2752/2022 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Monkeypox di Negara Non Endemis, disebutkan bahwa pada 13 Mei 2022, penyakit ini kembali mencuat. Kini, telah merebak di kawasan Eropa, Amerika dan Western Pacific. Negara non endemis yang telah melaporkan kasus kepada WHO meliputi Australia, Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris dan Amerika (per tanggal 21 Mei 2022). Menurut laporan yang masuk, sebagian besar penderita tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemis dan sebagian kasus berhubungan dengan adanya keikutsertaan pada pertemuan besar yang dapat meningkatkan risiko kontak baik melalui lesi, cairan tubuh, droplet dan benda yang terkontaminasi.

 

Apabila terinfeksi cacar monyet akan mengalami beberapa gejala, yaitu sakit kepala, demam akut >38,5 derajat celcius, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri otot/Myalgia, sakit punggung, serta asthenia (kelemahan tubuh). Selain itu, akan timbul ruam atau lesi pada kulit penderita.  Ruam muncul pada hari pertama hingga ketiga saat demam. Berupa bintik merah seperti cacar, melepuh berisi cairan bening, melepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok. Sementara, bagian tubuh yang timbul ruam yakni di sekitar wajah, telapak tangan dan telapak kaki. Beberapa bahkan dapat ditemukan di mulut, alat kelamin, dan mata. 

 

Orang yang suspek cacar monyet, diantaranya orang yang memiliki hubungan epidemiologis (paparan tatap muka, termasuk petugas kesehatan tanpa APD). Kemudian, orang yang melakukan kontak fisik langsung dengan kulit atau lesi kulit, termasuk kontak seksual atau kontak dengan benda yang terkontaminasi (pakaian, tempat tidur atau peralatan yang digunakan penderita). Sementara, mereka yang dikatakan suspek dapat juga orang dengan riwayat perjalanan ke negara endemis monkeypox pada 21 hari sebelum timbulnya gejala.

 

Untuk mencegah penularan penyakit ini, masyarakat diimbau agar membatasi kontak langsung dengan penderita atau hewan yang berpotensi menularkan. Selanjutnya, kebersihan lingkungan juga menjadi tameng awal untuk mencegah penyakit ini semakin meluas. Secara teratur bersihkan dan desinfeksi lingkungan yang berpotensi terkontaminasi. Apabila terjadi gejala monkeypox, segera periksa ke dokter. Jika sudah terinfeksi, lakukan isolasi sampai seluruh ruam-ruam kulit kering, mengelupas dan terbentuk lapisan kulit baru di bawahnya. Isolasi tersebut bisa dilakukan mandiri maupun di fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk.

Agnia Primasasti
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

296

Visitors today

193

Visits total

363,862

Visitors total

285,228

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta