Pemerintah Kota Surakarta
Jenang Tradisional Khas Kota Solo dan Filosofinya
  September 22, 2022 12:20

Jenang kerap dijadikan sebagai makanan pelengkap di berbagai acara hajatan seperti pernikahan, selamatan ibu hamil, selamatan bayi baru lahir dan banyak acara hajatan lainnya. Lebih dari itu, jenang ternyata memiliki arti filosofis dan dijadikan sebagai simbol-simbol yang diyakini oleh masyarakat Jawa. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, jenang juga dijadikan sebagai simbol doa, persatuan, harapan, dan semangat. 

 

Jenang bagi masyarakat Jawa khususnya Kota Solo bukanlah sekedar makanan ringan yang banyak digemari. Namun jenang ini sudah menjadi bagian dari tradisi Kota Solo, dan sudah melekat hingga sekarang. Bahkan jenang sudah melekat dan mengakar pada masyarakat Kota Solo sejak zaman kerajaan Hindu-Budha dan era Walisongo. Jenang memiliki arti dan tempat tersendiri bagi kebudayaan dan menjadi bagian dari sebuah tradisi di Kota Solo. 

 

Di Kota Solo sendiri terdapat belasan macam jenang yang memiliki simbol dan arti yang berbeda-beda satu sama lainnya. Namun hanya ada tujuh jenis jenang saja yang terkenal di Kota Solo dan sering digunakan dalam berbagai acara hajatan. Ketujuh jenang tersebut diantaranya Jenang Sumsum, Jenang Candil, Jenang Sengkala, Jenang Procot, Jenang Lemu, Jenang Majemukan, dan Jenang Abang Putih. Lalu apa saja makna dibalik ketujuh jenang tersebut? Untuk lebih lengkapnya simak penjelasannya dibawah ini!

 

Pertama, jenang sumsum. Jenang sungsum memiliki makna dan dijadikan sebagai simbol keberkahan dan kesehatan. Warnanya yang putih dianggap mirip dengan warna sumsum tulang yang juga memiliki warna putih. Jenang sumsum menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar masyarakat. Biasanya jenang ini digunakan dalam berbagai macam rangkaian upacara adat. Seperti pernikahan hingga khitanan. Jenang sumsum dipercaya bisa mendatangkan keberkahan dan kesehatan. 

 

Kedua, ada jenang candil. Jenang candil memiliki makna yang cukup dalam. Jenang ini diyakini sebagai simbol keharmonisan dalam hidup yang penuh dengan perbedaan. Jenang candil diibaratkan sebuah kehidupan yang berputar seperti roda. Jenang candil biasa disajikan saat selamatan sebagai simbol rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

 

Ketiga, jenang sengkala. Terdiri dari jenang abang (merah) dan putih yang merupakan simbol peradaban manusia di dunia. Jenang abang melambangkan lelaki dan jenang putih melambangkan perempuan. Jenang sengkala ini ditujukan agar manusia selalu ingat bahwa dunia terisi oleh dua esensi feminin dan maskulin. 

 

Keempat, jenang procot. Jenang ini memiliki makna untuk mendoakan agar ibu yang hamil diberikan kelancaran dalam melahirkan. Jenang procot biasa digunakan dalam upacara mitoni atau tujuh bulanan. 

 

Kelima, jenang lemu. Jenang lemu memiliki makna kuat atau tidak lemah serta membangun semangat baru dalam kehidupan. Jenang lemu biasa disajikan dalam berbagai upacara dalam tradisi budaya Jawa. 

 

Keenam, jenang majemukan. Jenang majemukan diibaratkan manusia sebagai makhluk sosial. Jenang ini sebagai simbol untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada pada masyarakat yang plural dan multikultural., dan menjadi nilai penting dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Kemudian yang terakhir, adalah jenang abang putih. Jenang ini memiliki arti merah dan putih yang merepresentasikan penciptaan/asal-usul manusia laki-laki dan perempuan. Jenang ini memiliki makna untuk selalu melihat sesuatu dengan sudut pandang yang luas, dan tetap fokus dengan apa yang menjadi tujuan kita. 

 

Itulah ketujuh jenang yang terkenal di Kota Solo. Selain memiliki makna yang kuat ketujuh jenang tersebut juga merupakan bagian tradisi dan menjadi warisan yang perlu kita jaga kelestariannya. Bahkan di Solo sendiri diadakan festival jenang setiap tahunnya, guna untuk memperingati tradisi dan menjadi jenang tetap lestari di masa depan.

Agnia Primasasti
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

215

Visitors today

171

Visits total

380,811

Visitors total

298,040

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta