Pemerintah Kota Surakarta
Bagaimana Etika dalam Berkomunikasi dengan Tuna Netra?
  November 23, 2022 12:45

Pada saat kita sedang beraktivitas di tempat umum, kita sering menjumpai berbagai kalangan masyarakat tak terkecuali penyandang tuna netra. Seorang tuna netra memiliki keterbatasan dalam indra penglihatan, dimana dalam melakukan aktivitas sehari-hari mengandalkan indra peraba. Seorang penyandang tuna netra yang melakukan aktivitasnya di tempat umum terkadang membutuhkan bantuan kita untuk melakukan aktivitasnya.

 

Penyandang tuna netra sendiri memiliki hak yang sama dengan kita yang tidak memiliki kekurangan, akan tetapi terdapat hak yang dikhususkan untuk para penyandang tuna netra ini. Hak untuk penyandang tuna netra, sebagai berikut:

  • Hak hidup, dimana penyandang tuna netra dapat memperoleh kehidupan yang layak seperti manusia pada umumnya
  • Bebas dari stigma, banyak dari masyarakat umum yang memberikan stigma negatif terhadap penyandang tuna netra. Keberadaan stigma negatif terhadap penyandang tuna netra ini harus dihapuskan.
  • Keadilan, penyandang tuna netra harus mendapatkan keadilan yang sama seperti orang pada umumnya
  • Aksesibilitas, aktivitas dari penyandang tuna netra harus diperhatikan pemerintahan melalui fasilitas umum yang ramah terhadap penyandang disabilitas (tuna netra). 

 

Jika kita yang sedang beraktivitas menjumpai seorang tuna netra dan ingin melakukan komunikasi maka berikut ini adalah etika dalam berkomunikasi dengan penyandang tuna netra :

  1. Jangan terlalu banyak menyentuh, pada saat kita ingin berkomunikasi usahakan jangan terlalu banyak menyentuh bagian badan dari penyandang tuna netra. Kebanyakan orang yang berkomunikasi dengan penyandang tuna netra tidak sadar bahwa pada saat ia berkomunikasi sering menyentuh bagian tertentu dari penyandang tuna netra, hal ini menyebabkan ketidaknyamanan dari penyandang tuna netra.
  2. Kita dapat menyentuh bagian bahu atau punggung tangan, hal ini dilakukan pada saat kita ingin menunjukan arah atau menuntun penyandang tuna netra ini.
  3. Pada saat berkomunikasi dengan penyandang tuna netra, sebaiknya kita melakukannya secara ramah dan dilakukan dua arah. Komunikasi yang dilakukan dua arah dapat membuat penyandang tuna netra merasa nyaman selama melakukan komunikasi dengan kita sebagai orang yang tidak ia kenal.
  4. Dalam kondisi penyandang tuna netra ingin meminta bantuan untuk menyebrang jalan, kita lebih baik menuntunnya dan menggandeng penyandang tuna netra ini di bagian lengan
  5. Pada saat memberitahu kepada penyandang tuna netra gunakan panduan arah, seperti kiri, kanan depan, belakang, atas, dan bawah. Hal ini untuk memperjelas instruksi kita kepada penyandang tuna netra. 

 

Beberapa etika yang dijelaskan di atas dapat kita terapkan pada saat kita bertemu penyandang tuna netra dan ingin melakukan komunikasi. Sebagai orang normal, patutnya kita menghargai dari kekurangan yang dimiliki penyandang tuna netra. Cara menghargai penyandang tuna netra salah satunya adalah menggunakan etika pada saat kita berkomunikasi dengan mereka.

Agnia Primasasti
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

37

Visitors today

34

Visits total

414,649

Visitors total

324,773

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta