Mega Proyek di Tahun 2017
December 2, 2016 23:38
Gedung & Layanan Baru Uji Kendaraan Bermotor
December 15, 2016 13:32

Solo Menuju Smart City 2018

Kota Surakarta bersiap menuju Kota Cerdas (Smart City) di tahun 2018. Salah satu upaya persiapan tersebut adalah memperkuat pelayanan publik berbasis informasi teknologi (IT). Aplikasi Solo Destination digadang-gadang menjadi tulang punggung Program Solo Menuju Smart Sity 2018 tersebut. Di Area Solo Car Free Day, Minggu (20/11/2016) aplikasi berbasis android yang dapat diunduh di Google Play Store ini diresmikan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta Yosca Herman Soedrajad menjelaskan bahwa aplikasi Solo Destination memiliki sejumlah fitur layanan dan fitur informasi. Fitur layanan publik tersebut adalah e-ticketing, e-retribusi, e-kelurahan, e-uji, info lalin Solo yang merupakan pantuan CCTV lalu lintas dan lain-lain. Selain itu, di dalam aplikasi tersebut juga tersedia berbagai macam informasi lainnya termasuk informasi wisata, kuliner dan sebagainya. “Konten dalam aplikasi ini akan terus diperbarui,” ujarnya.

Penggunaan IT sebagai dukungan layanan publik sebenarnya telah lama dirintis Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. Semula IT dipergunakan untuk manajemen rekayasa lalu lintas dengan penerapan Inteligent Transport System (ITS). Dengan menggunakan piranti CCTV yang terpasang di 42 titik persimpangan di Solo, beberapa petugas mengendalikan APILL dari CC-Room atau central control room. “Penggunaan IT untuk memberikan layanan kepada masyarakat memang dilakukan bertahap karena kemampuan SDM dan juga anggaran,” kata Herman.

Aplikasi Solo Destination sebagai dashboard berbagai layanan publik baru dibuat sekitar tahun lalu bertepatan dengan empat tahun Solo Car Free Day. Disebut sebagai dashboard karena aplikasi terkumpul informasi-informasi yang dapat langsung diakses masyarakat dari mana pun. Pada tahap awal fitur yang tersedia baru sebatas informasi wisata, informasi kuliner, dan tentu saja pantauan cc-tv di persimpangan-persimpangan penting di Solo dari ITS Dishubkominfo.

“Kita terus melakukan penambahan fitur dalam aplikasi ini. Setelah dilaunching kemudian ada penambahan informasi-informasi penting berkaitan dengan layanan fasilitas publik di Kota Solo seperti tempat-tempat fasilitas umum rumah sakit, ATM, pompa bensin, dan lain. Harga komoditas sembako di pasar-pasar tradisional juga dapat diakses dari aplikasi Solo Destination,” kata Kepala Seksi Jaringan Informatika dan Komunikasi Publik Dishubkominfo Surakarta Taufan Redina.

Up date atau penambahan fitur baru terus dilakukan. Satuan Kerka Perangkat Daerah yang memiliki tugas memberikan layanan kepada masyarakat, tergerak untuk menyediakan layanan yang bisa diakses secara online. Salah satunya Dinas Kesehatan Kota (DKK) yang menyediakan fitur Sistem Penanggulangan Pasien Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Fitur ini berisikan informasi real time ketersediaan kamar rawat inap di 12 rumah sakit di Solo. “Fitur ini awalnya hanya bisa diakses di website kemudian untuk efisiensi kita masukkan ke dalam aplikasi Solo Destination,” tambah Taufan.

Tidak berhenti di situ, bekerja sama dengan Kelurahan Ketelan, Diskominfo Kota Surakarta untuk mengaplikasikan Tempat Pembuangan Sampah Mobile Pintar. Kelurahan Ketelan menjadi pilot projek sistem yang melengkapi mobil pengangkut sampah dengan GPS agar bisa dilacak keberadaannya. Dengan sistem ini, Lurah akan memantau lokasi TPS mobil secara real time. Informasi jam keberangkatan juga bisa diketahui sehingga Lurah bisa menegur bila petugas pemungut sampah terlambat berangkat. Lurah juga akan mendapat pemberitahuan bila ternyata petugas kedapatan berhenti terlalu lama di satu titik atau keluar dari wilayah yang ditetapkan.

 

Layanan Publik

Herman mengatakan launching Solo Menuju Smart City 2018 merupakan awal untuk penyiapan elemen pendukung Kota Cerdas yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi. Pada kesempatan tersebut diperkenalkan ke publik adanya layanan-layanan dari Pemerintah Kota Surakarta yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Beberapa layanan online yang bisa diakses dengan ponsel pintar tersebut di antaranya adalah pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, pembuatan Akta Kelahiran dan Kematian sertai pembuatan Kartu Insentif Anak (KIA). Selain itu juga ada layanan di bidang perparkiran hingga layanan di tingkat kelurahan.

Ketika aplikasi Solo Destination yang sudah diunduh itu dibuka, akan muncul fitur dalam satu folder bernama Layanan Masyarakat. Saat folder tersebut diklik, kita akan mendapatkan empat pilihan jenis layanan yang diperlukan yakni Perizinan IMB, e-PKB yang merupakan layanan online untuk uji kendaraan bermotor atau yang lebih dikenal dengan kir kendaraan, layanan kependudukan dan e-retribusi yang sementara ini baru untuk retribusi pasar.

Walikota F.X. Hadi Rudyatmo meminta agar fitur layanan yang langsung dibutuhkan masyarakat terus ditambah. Dia menghendaki agar warganya tak perlu datang jauh-jauh datang ke kantor pelayanan tetapi cukup membuka aplikasi Solo Destination sudah dapat mengakses layanan tersebut.  “Segala hal termasuk pelayanan publik nantinya ada dalam satu genggaman,” ujar Rudy.

Herman mengakui penggunaan teknologi informasi seperti aplikasi Solo Destination hanya lah salah satu bagian dalam upaya menuju Kota Cerdas. Itu pun, kata dia, masih jauh dari sempurna meski manfaatnya sudah sangat terasa. Dia menyebutkan salah satu masalah yang kerap jadi hambatan adalah akurasi data serta sumber daya manusia yang dimiliki Pemerintah Kota Surakarta. “Mindset sumber daya manusia kita ini yang paling sulit untuk berubah karena sering ada yang berpikiran mengapa harus menggunakan teknologi kalau dengan yang sudah berjalan bisa terlayani,” kata dia. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *